Banner Website
Advertorial

242 Tahun Pekanbaru, KolaborAksi Jadi Energi Pembangunan dan Kesejahteraan Warga

81
×

242 Tahun Pekanbaru, KolaborAksi Jadi Energi Pembangunan dan Kesejahteraan Warga

Sebarkan artikel ini
HUT ke-242 Pekanbaru menjadi momentum memperkuat KolaborAksi dalam pembangunan ekonomi, infrastruktur, pendidikan, UMKM, dan pelayanan publik.
Kota Pekanbaru genap berusia 242 tahun pada 23 Juni 2026. Mengusung tema "Berkolaborasi Menjadi Aksi" dan tagline "Pekanbaru KolaborAksi". (R45/ADV)

Rakyat45.com, Pekanbaru – Kota Pekanbaru genap berusia 242 tahun pada 23 Juni 2026. Mengusung tema “Berkolaborasi Menjadi Aksi” dan tagline “Pekanbaru KolaborAksi”, peringatan hari jadi tahun ini menjadi refleksi perjalanan panjang sekaligus penguatan komitmen bersama dalam membangun kota yang lebih maju, nyaman, dan sejahtera.

Di usia yang telah melampaui dua abad, Pekanbaru terus berkembang sebagai pusat pemerintahan, perdagangan, dan jasa di Provinsi Riau. Transformasi kota tidak hanya terlihat dari pertumbuhan fisik, tetapi juga dari meningkatnya kualitas pelayanan publik, penguatan ekonomi daerah, hingga pembangunan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Semangat KolaborAksi yang diusung Pemerintah Kota Pekanbaru menempatkan kolaborasi sebagai fondasi utama pembangunan. Pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat diajak bergerak bersama menghasilkan perubahan yang dapat dirasakan secara nyata.

Di bawah kepemimpinan Wali Kota Agung Nugroho dan Wakil Wali Kota Markarius, berbagai program strategis mulai menunjukkan hasil positif. Dalam kurun waktu sekitar satu tahun empat bulan masa kepemimpinan, sejumlah indikator pembangunan mengalami peningkatan signifikan.

Pertumbuhan ekonomi Kota Pekanbaru pada Triwulan I Tahun 2026 mencapai sekitar 7,91 persen. Angka tersebut berada di atas rata-rata nasional dan menunjukkan semakin kuatnya aktivitas ekonomi masyarakat, investasi, serta geliat dunia usaha di ibu kota Provinsi Riau tersebut.

Capaian lain yang menjadi perhatian adalah peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Melalui reformasi birokrasi, penyederhanaan perizinan, digitalisasi layanan, dan meningkatnya kepatuhan wajib pajak, PAD Pekanbaru meningkat dari sekitar Rp800 miliar menjadi Rp1,2 triliun.

Keberhasilan tersebut mendapat apresiasi dari pemerintah pusat dan menjadi modal penting dalam mempercepat pembangunan daerah.

Salah satu program yang langsung dirasakan masyarakat adalah kebijakan penurunan tarif parkir melalui Peraturan Wali Kota Nomor 2 Tahun 2025. Tarif parkir kendaraan roda dua ditetapkan Rp1.000 dan roda empat Rp2.000 untuk sekali parkir sebagai bentuk keberpihakan kepada masyarakat.

Di sektor infrastruktur, pemerintah kota fokus memperbaiki jalan rusak, membangun jalan mantap, memperluas jaringan drainase, dan menangani titik-titik rawan banjir. Hingga saat ini, pemeliharaan jalan lingkungan telah mencapai sekitar 7.000 meter yang tersebar di berbagai kawasan permukiman.

Penataan lingkungan juga dilakukan melalui pembersihan drainase dan kawasan permukiman di 15 kecamatan guna menciptakan lingkungan yang lebih sehat, tertata, dan bebas genangan.

Masalah sampah yang selama ini menjadi perhatian masyarakat turut menjadi fokus pembenahan. Pemerintah Kota Pekanbaru membentuk Lembaga Pengelola Sampah (LPS) di seluruh kelurahan untuk memastikan sampah rumah tangga dapat diangkut setiap hari.

Kota Pekanbaru genap berusia 242 tahun pada 23 Juni 2026. Mengusung tema "Berkolaborasi Menjadi Aksi" dan tagline "Pekanbaru KolaborAksi"

Program Green City juga terus diperkuat melalui gerakan pemilahan sampah dari sumber yang melibatkan ASN, tenaga non-ASN, dan masyarakat sebagai bagian dari upaya membangun budaya peduli lingkungan.

Komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan juga diwujudkan melalui peluncuran uji coba bus listrik. Kehadiran transportasi ramah lingkungan ini menjadi langkah awal menuju sistem transportasi modern yang mendukung pengurangan emisi karbon dan peningkatan kualitas udara perkotaan.

Di bidang pendidikan, Pemerintah Kota Pekanbaru menghadirkan berbagai program yang bertujuan memperluas akses pendidikan, salah satunya melalui layanan transportasi gratis bagi pelajar. Program tersebut membantu meringankan biaya keluarga sekaligus membangun budaya penggunaan transportasi umum sejak dini.

Pemberdayaan ekonomi masyarakat juga menjadi prioritas. Berbagai program penguatan UMKM dijalankan melalui bantuan usaha, subsidi bunga pinjaman, serta penciptaan wirausaha baru. Langkah tersebut ikut berkontribusi dalam menekan angka kemiskinan Kota Pekanbaru hingga sekitar 3,1 persen.

Sementara itu, inovasi pelayanan publik terus dikembangkan agar semakin mudah dijangkau masyarakat. Salah satu terobosan yang mendapat respons positif adalah Mobil AMAN (Administrasi Mudah, Aman, dan Nyaman) yang menghadirkan layanan administrasi kependudukan langsung ke lingkungan masyarakat.

Melalui layanan jemput bola tersebut, warga dapat mengurus dokumen kependudukan tanpa harus datang ke kantor Disdukcapil, sehingga pelayanan menjadi lebih cepat, mudah, dan inklusif.

Dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-242, Pemerintah Kota Pekanbaru menggelar 48 rangkaian kegiatan yang melibatkan berbagai unsur masyarakat. Kegiatan tersebut mencakup pelayanan publik, olahraga, sosial, budaya, hingga pemberdayaan ekonomi.

Berbagai program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat turut diluncurkan, seperti penghapusan sanksi administrasi pajak daerah hingga 31 Agustus 2026, pemasangan listrik gratis bagi 2.000 rumah warga kurang mampu, sunatan massal gratis, hingga berbagai layanan sosial lainnya.

Puncak kemeriahan HUT ke-242 Pekanbaru hadir melalui Festival Kue Talam Ketan Durian yang digelar sepanjang 1,1 kilometer di Jalan Jenderal Sudirman. Festival tersebut menjadi magnet bagi ribuan warga yang memadati lokasi sejak pagi hari.

Tidak hanya menjadi ajang promosi budaya dan produk UMKM lokal, festival tersebut juga berhasil mencatat sejarah baru setelah memperoleh penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk kategori Sajian Kue Talam Ketan Durian Terpanjang.

Penghargaan itu menjadi simbol keberhasilan kolaborasi antara pemerintah, pelaku UMKM, komunitas, dan masyarakat dalam mengangkat budaya Melayu sebagai identitas Kota Pekanbaru.

Memasuki usia ke-242 tahun, Pekanbaru terus melangkah dengan optimisme. Semangat KolaborAksi yang diusung pada peringatan tahun ini menjadi pengingat bahwa kemajuan kota tidak dapat dibangun sendiri, melainkan melalui kerja bersama yang menghasilkan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat.***(Adv)