Banner Website
Lifestyle

Senyum Pelajar dan Hentakan Yospan Tutup Kemeriahan Festival Biak Munara Wampasi 2026

30
×

Senyum Pelajar dan Hentakan Yospan Tutup Kemeriahan Festival Biak Munara Wampasi 2026

Sebarkan artikel ini
Senyum Pelajar dan Hentakan Yospan Tutup Kemeriahan Festival Biak Munara Wampasi 2026
Gerak harmonis Parade Tari Yospan yang menandai berakhirnya seluruh rangkaian Festival Biak Munara Wampasi (FBMW) Ke-XIV. (R45/Fian)

Rakyat45.com, Biak Numfor — Wajah-wajah ceria ratusan pelajar sekolah menengah seketika mencairkan suasana siang di sepanjang jalan protokol Biak, Selasa (7/7/2026). Sebanyak 16 regu dari tingkat SMP hingga SMA/SMK tumpah ruah ke jalan, menyatukan langkah dalam gerak harmonis Parade Tari Yospan yang menandai berakhirnya seluruh rangkaian Festival Biak Munara Wampasi (FBMW) Ke-XIV.

Rute parade dimulai (start) dari kompleks Pasar Ikan Biak dan berakhir (finish) di panggung utama Lapangan Cenderawasih, Biak [Pemerintah Kabupaten Biak Numfor]. Sepanjang jalur yang dilalui, ratusan warga memadati pinggir jalan untuk menyaksikan kreativitas, keserasian gerak, dan kostum adat penuh warna yang dikenakan oleh para pelajar dengan penuh percaya diri.

Hentakan kaki para pelajar yang dinamis ini seolah membawa penonton kembali pada akar sejarah Yospan itu sendiri. Lahir di tanah Papua sekitar tahun 1960-an, Yospan merupakan penggabungan dari dua tarian rakyat, yaitu Yosim dan Pancar.

Tari Yosim berasal dari wilayah pesisir Teluk Saireri (termasuk Biak dan Yapen) yang melambangkan persahabatan, sementara Tari Pancar lahir di Biak sekitar awal 1960-an, terinspirasi dari gerakan akrobatik pesawat-pesawat jet bermesin pancar gas yang melintas di langit Biak kala itu. Ketika kedua tarian ini melebur, Yospan bertransformasi menjadi potret murni dari suka cita, kebebasan, dan eratnya tali persaudaraan masyarakat Papua.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Biak Numfor, Turbey Onny Dangeubun, S.Pi., M.Si., memberikan keterangan resmi mengenai daftar seluruh sekolah yang mengambil bagian dalam pesta budaya ini.

“Kami sangat bangga melihat semangat generasi muda kita. Pada penutupan FBMW Ke-XIV ini, tercatat resmi ada 16 regu dari tingkat sekolah menengah yang mendaftar dan ikut serta meramaikan Parade Yospan,” ujar Onny Dangeubun di sela-sela acara penutupan di Lapangan Cenderawasih.

Beliau kemudian merinci seluruh peserta yang tampil memukau di hadapan masyarakat Biak Numfor.
“Dari tingkat Sekolah Menengah Pertama, kita kedatangan SMP Negeri 1 Biak Kota, SMP Sub Byaki Fyadi, SMP Negeri 4 Biak Regu A, SMP YPK Santo Petrus Biak, SMP YPK Ruth Yenures, SMP Negeri 2 Biak Kota, SMP Negeri 4 Biak Kota Regu B, serta SMP Negeri 3 Biak Kota.” Ungkap Onny.

“Sementara untuk tingkat Sekolah Menengah Atas dan Kejuruan, parade ini semakin semarak dengan kehadiran SMK Yapis, SMA Negeri 3 Biak Kota, SMA Negeri 2 Biak, SMA Negeri 1 Biak Regu A, Smakes Biak, SMA YPK Sub Byaki Fyadi, SMA Negeri 1 Biak Kota Regu B, dan ditutup oleh SMA YPK 2 Biak Kota,” Ucap Onny.

lanjut Onny. “Kehadiran seluruh sekolah ini bukan sekadar kompetisi, melainkan wujud nyata pelestarian seni budaya orisinil Biak agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.” Pungkas Onny.

Parade ini sekaligus menjadi simbol penutupan rangkaian FBMW Ke-XIV yang telah berlangsung sukses sejak awal Juli [Pemerintah Kabupaten Biak Numfor], sekaligus menegaskan komitmen pemerintah daerah bersama generasi muda dalam memperkuat sektor pariwisata berbasis adat, kebersamaan, dan kearifan lokal.

Riuh tepuk tangan dan lambaian tangan warga mengiringi langkah lelah namun bangga ratusan pelajar saat memasuki garis finish di Lapangan Cenderawasih, Selasa (7/7/2026). Penutupan Festival Biak Munara Wampasi (FBMW) Ke-XIV ini bukan sekadar tanda berakhirnya sebuah pesta rakyat, melainkan momen hangat di mana generasi muda Biak merajut kembali tali persaudaraan dan menjaga api tradisi leluhur tetap menyala lewat keselarasan gerak Tari Yospan.***