Banner Website
Peristiwa

Harimau Sumatra Kembali Muncul di Kebun Sawit Warga Sungai Apit, Pekerja Nyaris Diterkam

104
×

Harimau Sumatra Kembali Muncul di Kebun Sawit Warga Sungai Apit, Pekerja Nyaris Diterkam

Sebarkan artikel ini
Harimau Sumatra Muncul di Sungai Apit, Warga Resah
Ilustrasi: Harimau Sumatra Kembali Muncul di Kebun Sawit Warga Sungai Apit. (Tn/M)

Rakyat45.com, Siak โ€“ Harimau Sumatra di Sungai Apit kembali memicu keresahan warga setelah satwa dilindungi itu dilaporkan muncul di kawasan perkebunan sawit Kampung Mengkapan, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Sabtu (18/7/2026). Kemunculan harimau membuat warga takut beraktivitas di kebun karena dikhawatirkan membahayakan keselamatan.

Dodi, warga Kampung Mengkapan, mengaku melihat seekor Harimau Sumatra melintas di Jalan Nasional KM 4 Kampung Mengkapan sekitar pukul 12.00 WIB.

“Saya melihat dari kejauhan seekor Harimau Sumatra melintas di Jalan Nasional KM 4 Kampung Mengkapan sekitar pukul 12.00 WIB,” ujar Dodi.

Pada hari yang sama, Agus, seorang pekerja panen sawit asal Kabupaten Kepulauan Meranti, juga mengaku berhadapan langsung dengan harimau saat melangsir buah sawit menggunakan sepeda motor di kawasan KM 7 perkebunan warga.

Menurut Agus, harimau tersebut tiba-tiba muncul dan nyaris menerkam dirinya. Ia mengaku spontan berteriak dan langsung memacu sepeda motornya meninggalkan lokasi.

“Saya langsung berteriak dan menekan gas sepeda motor secepat mungkin hingga menjauh dari lokasi. Setelah itu saya menghubungi rekan-rekan kerja yang lain. Alhamdulillah saya masih selamat, tetapi saya sangat trauma,” ungkap Agus kepada Rakyat45.com, Sabtu (18/7/2026).

Akibat kejadian tersebut, Agus memutuskan menghentikan aktivitasnya sebagai pekerja panen sawit dan pulang ke kampung halamannya di Kabupaten Kepulauan Meranti karena masih diliputi rasa takut.

Sementara itu, Ketua RT 009 Kampung Mengkapan, Mustopa, mengatakan kemunculan Harimau Sumatra di kawasan perkebunan bukan kali pertama terjadi. Ia menyebut laporan telah disampaikan kepada pemerintah kampung, Bhabinkamtibmas, hingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Siak.

“Harimau ini sudah beberapa kali muncul. Kejadian ini sudah saya sampaikan kepada pihak desa, Bhabinkamtibmas kampung, dan BPBD Kabupaten Siak. Kami berharap pihak berwenang segera bertindak sebelum terjadi korban. Memang harimau merupakan satwa yang dilindungi, tetapi masyarakat juga berhak mendapatkan perlindungan dan rasa aman saat bekerja,” kata Mustopa.

Warga berharap instansi terkait, termasuk Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, segera turun ke lokasi untuk melakukan penanganan dan mitigasi konflik satwa liar agar aktivitas masyarakat di perkebunan dapat kembali berlangsung dengan aman.***