Banner Website
Daerah

Pemko Pekanbaru Genjot Pembangunan Drainase, Rp100 Miliar Digelontorkan untuk Atasi Banjir

15
×

Pemko Pekanbaru Genjot Pembangunan Drainase, Rp100 Miliar Digelontorkan untuk Atasi Banjir

Sebarkan artikel ini
Drainase Pekanbaru Dikebut, Anggaran Rp100 Miliar Disiapkan
Drainase Pekanbaru menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru pada 2026. (R45/Y)

Rakyat45.com, Pekanbaru – Drainase Pekanbaru menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru pada 2026. Sebanyak Rp100 miliar dialokasikan melalui APBD untuk mempercepat pembangunan dan perbaikan saluran air sebagai upaya mengurangi banjir di sejumlah kawasan rawan.

Dari pantauan Rakyat45.com, proyek drainase saat ini difokuskan di beberapa ruas jalan yang selama ini kerap tergenang saat hujan dengan intensitas tinggi. Selain membangun saluran baru, pemerintah juga meningkatkan kapasitas drainase agar aliran air lebih optimal.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru, Edward Riansyah, mengatakan pembangunan drainase di Jalan Suka Karya memiliki panjang sekitar 700 meter, sedangkan di Jalan Darma Bakti mencapai sekitar 1,2 kilometer.

“Pembangunan drainase di Jalan Suka Karya memiliki panjang sekitar 700 meter. Sedangkan di Jalan Darma Bakti sekitar 1,2 kilometer,” kata Edward, Jumat (31/7/2026).

Edward menjelaskan, pembangunan di Jalan Darma Bakti diprioritaskan pada titik yang belum memiliki saluran drainase sehingga seluruh jaringan dapat tersambung hingga Simpang Empat Jalan Darma Bakti.

“Pekerjaan kami fokuskan pada titik permasalahan banjir. Ada beberapa bagian jalan yang sudah memiliki drainase, sehingga kami hanya membangun saluran hingga Simpang Empat Jalan Darma Bakti agar sistem drainase menjadi terhubung,” jelasnya.

Pria yang akrab disapa Edu itu menambahkan, saluran baru nantinya akan mengalirkan air menuju Sungai Air Hitam sebagai saluran pembuangan utama. Kapasitas drainase juga diperbesar agar mampu menampung debit air lebih banyak dibandingkan saluran lama.

Selain itu, pembangunan drainase juga berlangsung di Jalan Teratai, Kecamatan Senapelan. Dari total sekitar 700 meter saluran, sepanjang 100 meter akan dibangun baru karena kondisinya sudah tidak berfungsi, sementara sisanya dilakukan normalisasi.

Pekerjaan serupa juga dilakukan di Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di depan Rumah Sakit Awal Bros, dengan panjang sekitar 500 meter. Sementara pembangunan drainase di Jalan Paus hingga kini masih terus berjalan.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar menegaskan bahwa pemerintah telah mengalokasikan sekitar Rp100 miliar pada APBD 2026 untuk mempercepat pembangunan dan perbaikan drainase sebagai bagian dari program penanganan banjir.

“Drainase untuk tahun ini masih menjadi fokus kami sekaligus untuk menangani banjir,” ujar Markarius.

Ia menyebutkan, selain pembangunan drainase, pemerintah juga menjalankan perbaikan jalan secara bersamaan di sejumlah ruas. Pendataan titik rawan banjir terus dilakukan agar penanganan dapat berjalan bertahap dan tepat sasaran.

Menurut Markarius, porsi anggaran infrastruktur pada APBD 2026 sengaja diperbesar untuk meningkatkan kualitas jalan sekaligus memperkuat sistem drainase sebagai solusi jangka panjang dalam mengurangi banjir di Kota Pekanbaru.***