Daerah

Menhut Raja Juli Tinjau Pendinginan Karhutla Pelalawan, Minta Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu

×

Menhut Raja Juli Tinjau Pendinginan Karhutla Pelalawan, Minta Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu

Sebarkan artikel ini
Menhut Raja Juli Tinjau Karhutla Pelalawan Riau
Menhut Raja Juli Antoni tinjau pendinginan karhutla Pelalawan Riau. (R45/S)

RAKYAT45.COMย  – Menteri Kehutanan Republik Indonesia Raja Juli Antoni meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Riau, Jumat (28/8/2026). Bersama Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo, dan Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan.

Langkah ini untuk memastikan titik api di bawah permukaan tidak kembali membara. Menurut Raja Juli, karakteristik lahan gambut di Riau menjadikan wilayah ini sebagai salah satu prioritas penanganan nasional karena membutuhkan penanganan ekstra.

Ia menegaskan pemadaman api di atas permukaan tidak cukup jika asap masih menyelimuti kawasan yang terdampak karhutlah. Oleh karena itu, tim gabungan terus menyiram dan menuntaskan proses pendinginan agar api benar-benar padam secara menyeluruh.

“Riau menjadi salah satu provinsi prioritas karena kita lihat bersama tanah yang ada di sini merupakan tanah gambut. Pemadaman di tanah gambut ini tidak mudah, sehingga diperlukan proses pendinginan seperti sekarang ini,” kata Menhut Raja Juli.

“Kalau dilihat ini sudah tinggal asap saja, tetapi jika tidak dilakukan pendinginan bisa muncul kapan saja. Makanya, saya minta supaya semuanya tetap waspada,” jelasnya.

Di saat yang sama, ia mengimbau masyarakat maupun pihak perusahaan untuk menghentikan praktik pembakaran lahan. Menhut menginstruksikan agar tindakan hukum yang tegas dan tanpa pandang bulu diterapkan kepada para pelaku sesuai arahan Presiden.

“Alhamdulillah, saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak. Mulai dari Pak Pangdam, Pak Kapolda, BPBD, Manggala Agni hingga seluruh pihak yang telah bersama-sama melakukan pemadaman api,” ungkapnya.

“Jadi sekali lagi, ini pekerjaan pemadaman yang berat sekali. Sehingga saya ingatkan kepada masyarakat ataupun korporasi yang masih bermain api mohon diberhentikan,” tegasnya.

“Tadi disampaikan Pak Kapolda sudah ada satu tersangka untuk daerah sini. Ya tetap seperti yang tadi sudah saya sampaikan ya, perintah Pak Presiden penegakan hukum harus jelas dan dilakukan tanpa pandang bulu,” terangnya.

Sementara itu, Plt Gubernur Riau SF Hariyanto menegaskan keberhasilan meredam karhutla di Riau merupakan hasil sinergi dan semangat gotong royong seluruh pihak, termasuk kepedulian masyarakat lokal.

“Keberhasilan ini bukanlah milik perorangan atau bukan hanya keberhasilan TNI, Polri, dan pemerintah saja. Melainkan keberhasilan kita bersama seluruh elemen masyarakat Riau. Gotong royong merupakan hal paling mendasar dalam penanganan Karhutla di Riau,” tuturnya.***