Rakyat45.com, Pekanbaru – Pelebaran Jalan Bangau Sakti menjadi langkah strategis Pemerintah Kota Pekanbaru untuk mengurai kemacetan di Jalan HR Soebrantas yang selama ini menjadi titik kepadatan lalu lintas di kawasan Panam.
Proyek yang direncanakan masuk dalam anggaran 2026 itu diproyeksikan menjadi jalur alternatif utama yang menghubungkan arus kendaraan menuju Jalan Naga Sakti hingga kawasan Stadion Utama Riau.
Plh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdako Pekanbaru, Zulhelmi Arifin, mengatakan volume kendaraan di Jalan HR Soebrantas saat ini sudah melampaui kapasitas jalan.
“Jalan Soebrantas saat ini cukup padat dan sering mengalami kemacetan parah. Oleh karena itu, kami menyiapkan pelebaran Jalan Bangau Sakti agar distribusi kendaraan lebih merata,” ujar Zulhelmi, Rabu (6/5/2026).
Rencana tersebut merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Agung Nugroho untuk memperkuat infrastruktur transportasi di Kota Pekanbaru.
Dalam proses persiapan proyek, Pemko Pekanbaru telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait karena jalur pelebaran bersinggungan dengan aset milik Radio Republik Indonesia dan Universitas Riau.
Berdasarkan rencana teknis, badan jalan akan diperlebar hingga mencapai 8 meter dengan panjang pengerjaan sekitar 900 meter. Jalur tersebut dinilai mampu menampung arus kendaraan dua arah secara lebih optimal.
Zulhelmi yang akrab disapa Ami menyebut pihak RRI telah memberikan persetujuan prinsip terkait penggunaan lahan di area menara pemancar.
“Pihak RRI pada prinsipnya telah menyetujui rencana pelebaran di area lahan menara pemancar mereka yang berada di sudut Jalan Soebrantas-Bangau Sakti. Selanjutnya, kami akan memperkuat koordinasi dengan pihak UNRI hingga ke kawasan Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN),” jelasnya.
Pemko Pekanbaru juga akan berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) guna memastikan legalitas penggunaan lahan tetap sesuai aturan administrasi aset negara.
Selain pelebaran jalan, proyek ini juga mencakup pembenahan drainase dan jaringan utilitas pendukung di sepanjang jalur alternatif tersebut.
Meski proses pengukuran lapangan sempat tertunda akibat cuaca hujan, Pemko memastikan seluruh perangkat daerah terkait telah siap melanjutkan tahapan teknis proyek.
“Ini adalah bagian dari komitmen kami memberikan pelayanan terbaik. Kami ingin masyarakat menikmati transportasi yang lancar, bebas kemacetan, dan didukung infrastruktur jalan yang memadai serta tertata rapi,” pungkas Ami.***












