Keputusan berpindah dari satu acara ke acara lain ternyata menjadi jalan yang membentuk karakter usaha tersebut. Mereka pernah mencoba berjualan secara harian di lokasi tetap. Namun keramaian bazar menghadirkan peluang yang berbeda.
Hingga kini, hampir seluruh perjalanan usaha dijalani dengan mengikuti festival kuliner, konser musik, pameran, hingga berbagai kegiatan masyarakat di Pekanbaru dan sekitarnya.
Menu yang ditawarkan memang terus bertambah. Selain siomai, hadir pula cuanki dan aneka menu bakaran. Minuman juga disediakan, tetapi hanya ketika jenis acara dinilai membutuhkan. Fokus utama tetap pada makanan yang menjadi identitas Jajanan KAK IS sejak awal berdiri.
Di balik ramainya sebuah stan, ada pekerjaan panjang yang jarang terlihat pengunjung.
Menjelang konser besar, libur Lebaran, maupun pergantian tahun, dapur produksi bekerja jauh sebelum matahari terbit. Ribuan butir telur direbus, puluhan kilogram kacang digiling, sementara berbagai bahan baku lain dipersiapkan agar stok tidak habis saat antrean pembeli memanjang.
Kerja yang berlangsung di belakang layar itulah yang kemudian menghadirkan hasil.
Pada sebuah konser besar, omzet penjualan pernah mencapai sekitar Rp28 juta dalam sehari. Sementara pada momen Lebaran di salah satu pusat perbelanjaan, keuntungan bersih selama sepekan pernah menyentuh sekitar Rp60 juta.
Namun perjalanan usaha tidak hanya diukur dari angka penjualan.












