Cerita Jajanan KAIS memperlihatkan bagaimana pelaku UMKM perlahan beradaptasi dengan perubahan teknologi tanpa meninggalkan cara-cara lama yang menjadi kekuatan mereka.
Regional CEO BRI Pekanbaru Dian Kesuma Wardhana mengatakan transformasi digital telah menjadi bagian penting dalam aktivitas masyarakat maupun pelaku usaha.
Hingga akhir 2025, pengguna BRImo mencapai sekitar 45,9 juta orang di seluruh Indonesia. Sepanjang tahun itu, aplikasi tersebut memproses sekitar 5,6 miliar transaksi dengan nilai lebih dari Rp7.000 triliun. Sebanyak 99,1 persen transaksi BRI kini dilakukan melalui kanal digital.
Menurut Dian, BRImo menghadirkan berbagai layanan mulai dari transfer dana, pembayaran QRIS, pembelian pulsa dan paket data, pembayaran tagihan, top up dompet digital, tarik tunai tanpa kartu, hingga pembukaan rekening secara digital.
Digitalisasi, kata dia, juga memperluas akses layanan keuangan melalui jaringan Agen BRILink sehingga masyarakat di berbagai daerah dapat menikmati layanan perbankan tanpa harus datang ke kantor cabang.
Bagi pelaku UMKM, layanan digital memberi ruang untuk menerima pembayaran secara nontunai, memantau transaksi, sekaligus memperoleh akses pembiayaan yang semakin mudah.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa perkembangan teknologi harus diiringi dengan peningkatan literasi digital dan kewaspadaan terhadap kejahatan siber. BRI terus memperkuat sistem keamanan melalui autentikasi berlapis, enkripsi data, pemantauan transaksi secara real time, serta edukasi kepada nasabah agar tidak memberikan OTP, PIN, maupun kata sandi kepada siapa pun.
Di tengah derasnya arus digitalisasi, kisah Jajanan KAK IS menunjukkan bahwa teknologi hanyalah alat. Yang membuat sebuah usaha bertahan justru ketekunan orang-orang yang menjalankannya.
Sore mulai berganti malam. Musik masih terdengar dari panggung. Asap tipis dari kukusan siomai terus mengepul, sementara antrean pembeli belum juga surut.
Di balik setiap porsi yang tersaji, ada cerita tentang keberanian memulai dari usaha kecil, kesabaran berpindah dari satu bazar ke bazar lain, dan keyakinan bahwa rezeki akan selalu mengikuti mereka yang tidak berhenti bekerja.
“Alhamdulillah, dari hasil usaha ini saya dapat membantu memenuhi kebutuhan keluarga, membiayai pendidikan anak hingga perguruan tinggi, serta terus mengembangkan usaha yang telah dirintis sejak tahun 2012. Saya berharap Jajanan KAIS dapat terus berkembang, membuka lebih banyak lapangan pekerjaan, dan semakin dikenal oleh masyarakat.”***












