Rakyat45.com, Siak โ Mahasiswa S2 Anestesi UNRI menjadi perhatian dalam penyelidikan yang dilakukan Satreskrim Polres Siak. Polisi mengajak jajaran pimpinan Universitas Riau (UNRI) meninjau langsung lokasi penemuan jasad mahasiswa Program Pascasarjana (S2) Anestesi Fakultas Kedokteran UNRI, Sabtu (18/7/2026), sekaligus memaparkan perkembangan penanganan perkara.
Rombongan UNRI yang hadir terdiri atas Wakil Rektor I, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, dan Dekan Fakultas Kedokteran UNRI. Sebelum menuju lokasi, mereka lebih dahulu menerima pemaparan penyidik di Mapolres Siak mengenai kronologi kejadian, tahapan penyelidikan, serta penanganan medis yang melibatkan Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Bidokkes).
Kasat Reskrim Polres Siak AKP Dr. Raja Kosmos mengatakan, kehadiran pihak universitas merupakan bentuk kepedulian terhadap mahasiswa mereka sekaligus untuk mengetahui secara langsung proses penyelidikan yang sedang berlangsung.
“Kita kedatangan tamu dari Universitas Riau terkait penemuan mayat mahasiswa S2 Anestesi Fakultas Kedokteran Universitas Riau. Di sini hadir Wakil Rektor I, Dekan Fakultas Kedokteran, dan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan,” kata Raja Kosmos kepada Rakyat45.com, Sabtu (18/7/2026).
Menurutnya, penyidik menjelaskan secara rinci langkah-langkah yang telah dilakukan sejak awal penanganan kasus agar pihak universitas memperoleh gambaran utuh mengenai proses penyelidikan.
“Ini bentuk kepedulian dari pihak Universitas Riau terhadap mahasiswanya sehingga mereka ingin mengetahui secara lebih detail penanganan perkara ini,” ujarnya.
Setelah menerima penjelasan di Mapolres, rombongan bersama penyidik menuju lokasi penemuan jasad. Di lokasi tersebut, polisi memperlihatkan proses olah tempat kejadian perkara (TKP) yang telah dilakukan selama penyelidikan.
“Di sini kami menjelaskan bagaimana proses olah TKP yang telah dilakukan sehingga pihak universitas mengetahui secara langsung apa yang telah dikerjakan penyidik,” jelas Raja.
Raja juga mengapresiasi perhatian pimpinan UNRI yang hadir langsung mengikuti perkembangan penanganan perkara.
“Kami menyampaikan terima kasih atas perhatian dari pihak Universitas Riau, terutama Wakil Rektor I, Wakil Rektor III, dan Dekan Fakultas Kedokteran yang hadir sehingga dapat mengetahui secara pasti perkembangan penanganan perkara ini,” tuturnya.
Meski penyelidikan terus berjalan, polisi belum menyimpulkan penyebab kematian korban. Termasuk informasi mengenai dugaan adanya luka maupun lebam pada tubuh mahasiswa tersebut, seluruhnya masih menunggu hasil pemeriksaan medis.
“Hasil autopsi belum keluar secara utuh. Nanti akan dijelaskan oleh ahlinya dari Bidokkes,” tegasnya kepada Rakyat45.com, Sabtu (18/7/2026).
Hingga kini, Satreskrim Polres Siak masih mendalami kasus tersebut. Hasil autopsi lengkap akan menjadi dasar penyidik untuk memastikan penyebab pasti kematian korban sekaligus menentukan arah penyelidikan selanjutnya.***












