Banner Website
Lifestyle

“After the Amen”, Film Mahasiswa yang Angkat Penyalahgunaan Kekuasaan dan Suara Korban

50
×

“After the Amen”, Film Mahasiswa yang Angkat Penyalahgunaan Kekuasaan dan Suara Korban

Sebarkan artikel ini
“After the Amen”, Film Mahasiswa yang Angkat Penyalahgunaan Kekuasaan dan Suara Korban
Film After the Amen. (Disutradarai oleh Putu Rheina Vijayanti dan diproduseri Gwyneth Stephanie Sukamto). R45/Copy of STILL

Rakyat45.com,Surabaya – Di tengah maraknya perbincangan mengenai penyalahgunaan kekuasaan oleh figur berpengaruh, film pendek After the Amen hadir membawa pesan yang kuat tentang keberanian korban dalam menghadapi trauma dan ketidakadilan.

Karya produksi Credo Films ini lahir dari keresahan terhadap realitas sosial yang masih kerap terjadi, ketika sosok yang dianggap memiliki integritas dan menjadi panutan justru memanfaatkan posisi serta pengaruhnya untuk menyakiti orang lain.

Film psikologis garapan mahasiswa Universitas Ciputra tersebut menyoroti fenomena yang selama ini sering luput dari perhatian publik, yakni banyaknya penyintas yang memilih diam karena tekanan sosial, sementara pelaku tetap menjalani kehidupan tanpa konsekuensi yang setimpal.

Disutradarai oleh Putu Rheina Vijayanti dan diproduseri Gwyneth Stephanie Sukamto, “After the Amen” menghadirkan kisah emosional tentang Mariela, seorang remaja lugu yang menjadi korban penyalahgunaan kekuasaan oleh Daniel, figur yang selama ini dipandang memiliki kewibawaan dan pengaruh besar.

Melalui pendekatan visual yang intens dan penuh simbolisme, film ini menggambarkan bagaimana rasa aman yang seharusnya menjadi tempat perlindungan justru berubah menjadi sumber luka ketika kepercayaan disalahgunakan.

Tokoh Daniel diperankan Mahmud, sementara karakter Mariela dimainkan Miracle. Keduanya menjadi pusat narasi yang mengajak penonton memahami dampak psikologis yang dialami korban ketika berhadapan dengan sosok yang memiliki kuasa lebih besar.

Lebih dari sekadar karya sinematik, “After the Amen” hadir sebagai ruang refleksi untuk membangun kesadaran mengenai pentingnya empati terhadap korban serta perlunya lingkungan yang aman dan mendukung bagi para penyintas.

Sebagai bagian dari upaya menyuarakan isu tersebut, film ini akan ditayangkan dalam ajang CFF (Ciputra Film Festival) yang diselenggarakan oleh Universitas Ciputra Surabaya.

Tim produksi berharap karya ini dapat membuka ruang diskusi yang lebih luas mengenai integritas, penyalahgunaan kekuasaan, serta pentingnya keberanian untuk mendengar dan mendukung suara para korban.

Dengan pendekatan psikologis yang kuat dan tema yang relevan dengan realitas sosial saat ini, “After the Amen” menjadi salah satu karya mahasiswa yang tidak hanya menawarkan hiburan, tetapi juga mengajak publik untuk lebih peka terhadap isu kemanusiaan yang sering terjadi di sekitar mereka.***