Rakyat45.com, Kampar – Kejuaraan Kelatnas Perisai Diri Riau yang digelar di Kabupaten Kampar tidak hanya menjadi arena perebutan gelar juara, tetapi juga dimanfaatkan sebagai wadah pembinaan dan pencarian atlet potensial untuk menghadapi kejuaraan berjenjang, mulai tingkat kabupaten, provinsi hingga nasional.
Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri Provinsi Riau, Dr Aryo Akbar SH, MH, mengapresiasi pelaksanaan kejuaraan yang dinilai sejalan dengan program pembinaan atlet secara berkelanjutan.
Kepada Rakyat45.com, Senin (7/7/2026), Aryo menyampaikan rasa bangga kepada seluruh panitia yang telah menyukseskan pelaksanaan kejuaraan tersebut.
“Saya selaku Ketua umum PENGPROF Keluarga silat Nasional Indonesi Perisai Diri Provinsi Riau sangat-sangat mengapresiasi kegiatan ini karena memang kegiatan ini merupakan salah satu rincian dari agenda PENGPROF yang kebetulan dilaksanakan di Kampar dan hari ini.”
Aryo juga mengapresiasi kerja keras panitia yang dinilai telah mempersiapkan kejuaraan secara maksimal.
“Saya sangat bangga pada Ketua Panitia beserta tim yang sudah bekerja semaksimal mungkin Kami selaku PENGPROF tentu mengapresiasi sedalam-dalamnya atas semua kinerja dan saya berharap kepada atlet yang menangkan kejuaran ini terus bisa berusaha dan berlatih untuk meningkatkan terus kualitas.”
Menurutnya, kejuaraan serupa akan terus digelar secara berkala sebagai bagian dari pembinaan atlet. Selain itu, para pesilat juga akan didorong mengikuti berbagai kejuaraan lintas perguruan untuk mengukur perkembangan kemampuan mereka.
“Sementara bagi atlet yang belum bisa berprestasi tetap terus berlatih karena kegagalan itu merupakan prestasi atau keberhasilan yang terendah. Tentu pertama kita akan selalu membuat kejuaran-kejuaran seperti ini terus secara berkala ditambah lagi tentu kita juga akan coba mereka mengikuti kejuaraan-kejuaraan lain yang melibatkan perguruan-perguruan lain sebagai tolak ukur kemajuan latihan dan prestasi sehingga kita tahu target kita adalah memang untuk dapat mengikuti program-program atau kejuaran-kejuaran berjenjang baik dari tingkat kabupaten kota, provinsi maupun event nasional. Bersyukur semoga nanti ada atlet-atlet dari Riau yang dapat mampu banyak berbicara baik di kancah daerah maupun di kancah nasional bahkan mungkin bisa ke internasional.”
Ia juga berpesan kepada seluruh atlet agar tetap disiplin berlatih, menjaga silaturahmi, dan tidak cepat puas atas pencapaian yang telah diraih.
“Buat adik-adik tetap terus selalu berlatih semangat dan terus menjaga silat urahmi tentu karena kita keluarga silat nasional yang bersedia diri serta tidak cepat puas karena kalau kita cepat puas maka kita akan tetap berada pada posisi yang seperti-seperti itu saja jadi agak sulit mengambil tentu mungkin itu harapan yang paling besar kepada kami bahwa mereka akan terus berlatih sehingga mengasah skill-nya semakin jauh lebih baik.”
Sementara itu, Ketua Panitia Muhammad Nur mengatakan kejuaraan tersebut merupakan bagian dari program pembinaan yang diinisiasi pengurus Perisai Diri Kabupaten Kampar sekaligus menjadi momentum peringatan hari jadi Perisai Diri.
Kepada Rakyat45.com, Senin (7/7/2026), ia menjelaskan ajang tersebut disiapkan sebagai wadah bagi para pesilat untuk menambah pengalaman bertanding.
“Motivasi kami dari awal yang pertama ini adalah program Pemkap Kampar dimana dari teman-teman senior yang ada di Kampar dan di Pemkop sangat ingin melaksanakan kegiatan kejuaraan Perisai Diri Championship. Makanya kami berinisiatif membuat kegiatan ini sebagai tempat wadah adik-adik untuk bertanding dan juga sekaligus sebagai momentum ulang tahun Perisai Diri.”
Muhammad Nur berharap kejuaraan itu menjadi motivasi bagi atlet muda untuk terus meningkatkan prestasi dan mampu bersaing pada ajang yang lebih tinggi.
“Pesan saya untuk anak-anak yang ikut dalam kejuaraan ini, jadi pesilat terbaik dan pesilat juara kemudian terbuktikan dirimu di kejuaraan berikutnya termasuk kejuaraan daerah seperti O2SN, POPDA, dan sebagainya.”
Pada akhir kejuaraan, Kelatnas Perisai Diri Kota Pekanbaru berhasil meraih gelar juara umum. Posisi kedua ditempati Kelatnas Perisai Diri Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), sementara peringkat ketiga diraih Kelatnas Perisai Diri Kabupaten Bengkalis.***












