Banner Website
Peristiwa

Banjir Pekanbaru Tak Hanya Dipicu Hujan, DPRD Soroti Buruknya Sistem Drainase

21
×

Banjir Pekanbaru Tak Hanya Dipicu Hujan, DPRD Soroti Buruknya Sistem Drainase

Sebarkan artikel ini
Banjir Pekanbaru Dipicu Drainase yang Belum Optimal
Banjir Jalan Sudirman Pekanbaru yang masih berulang di sejumlah ruas jalan dinilai tidak hanya dipengaruhi tingginya curah hujan. (r45/s)

Rakyat45.com, Pekanbaru – Banjir Pekanbaru yang masih berulang di sejumlah ruas jalan dinilai tidak hanya dipengaruhi tingginya curah hujan. Wakil Ketua Komisi IV DPRD Pekanbaru, Nurul Ikhsan, menegaskan sistem drainase yang belum berfungsi optimal menjadi faktor utama munculnya genangan yang merusak infrastruktur jalan.

Dari pantauan Rakyat45.com, Rabu (22/7/2026), genangan air masih terlihat di beberapa titik setelah hujan turun. Kondisi tersebut tidak hanya menghambat mobilitas masyarakat, tetapi juga mempercepat kerusakan badan jalan.

Nurul Ikhsan mengatakan persoalan itu terlihat jelas di Jalan Bangau dan Jalan Arifin Ahmad. Menurutnya, kondisi drainase di kedua ruas jalan tersebut perlu mendapat perhatian serius karena dinilai tidak mampu mengalirkan air secara maksimal.

Di Jalan Bangau, saluran drainase disebut memiliki posisi lebih tinggi dibanding badan jalan sehingga air tidak mengalir sebagaimana mestinya. Akibatnya, genangan terus terjadi dan berdampak pada rusaknya lapisan aspal yang baru selesai dikerjakan.

“Sangat disayangkan, jalannya baru selesai itu, kalau tidak salah aspalnya sudah rusak. Berarti secara teknis pelaksanaannya tidak sesuai dengan yang kita harapkan,” ujar Nurul Ikhsan, Rabu (22/7/2026).

Ia menduga persoalan tersebut dipengaruhi kesalahan elevasi saluran maupun penyumbatan akibat sedimentasi dan sampah.

“Kemungkinan elevasi drainasenya tidak sesuai sehingga menimbulkan luapan air, atau bisa juga terjadi penyumbatan akibat sedimentasi maupun sampah di dalam parit,” tambahnya.

Menurut Nurul, hasil pengamatannya menunjukkan banjir di Jalan Bangau dan Jalan Arifin Ahmad tidak semata disebabkan intensitas hujan yang tinggi. Sistem drainase yang tidak bekerja secara maksimal menjadi penyebab utama air menggenang.

“Di Jalan Bangau, saluran drainase posisinya lebih tinggi dari badan jalan sehingga air tidak bisa mengalir dengan baik dan akhirnya menggenangi jalan. Genangan yang terjadi terus-menerus juga mempercepat kerusakan aspal hingga menimbulkan lubang yang membahayakan pengguna jalan,” katanya.

Sementara itu, di Jalan Arifin Ahmad, saluran drainase berukuran besar juga belum mampu mengatasi genangan. Menurutnya, kondisi tersebut mengindikasikan adanya hambatan aliran, sedimentasi, atau kapasitas drainase yang perlu dievaluasi secara teknis.

Nurul meminta Pemerintah Kota Pekanbaru melalui organisasi perangkat daerah terkait segera melakukan evaluasi menyeluruh, mulai dari normalisasi drainase, penyesuaian elevasi saluran, hingga perbaikan badan jalan yang mengalami kerusakan.

“Kondisi ini tentu mengganggu aktivitas masyarakat dan berpotensi menyebabkan kecelakaan. Karena itu, kami berharap Pemerintah Kota Pekanbaru melalui dinas terkait segera melakukan evaluasi teknis secara menyeluruh, mulai dari normalisasi drainase, perbaikan elevasi saluran yang bermasalah, hingga perbaikan badan jalan yang rusak. Penanganannya harus dilakukan secara menyeluruh agar tidak hanya menjadi solusi sementara,” tegasnya.

Selain mendorong percepatan penanganan oleh pemerintah, Nurul juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya saluran drainase, agar tidak tersumbat sampah.

“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan saluran drainase. Penanganan banjir dan kerusakan jalan merupakan tanggung jawab bersama agar persoalan ini bisa diatasi secara berkelanjutan,” tutupnya.***