RAKYAT45.COM – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Tim pemadam gabungan dari unsur TNI, Polri, BPBD, Damkar, hingga personel Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Parit 21, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan warga setempat masih terus berjibaku memadamkan amukan si jago merah di Kelurahan Sungai Beringin, Kecamatan Tembilahan.
Titik api baru yang muncul di kawasan Jalan Terusan Mas ini terdeteksi pertama kali pada Sabtu (5/9/2026) sore. Kemunculan titik api tersebut lokasinya tidak jauh dari areal karhutla sebelumnya yang sempat berhasil dipadamkan oleh petugas.
“Api diketahui pertama sekali pada Sabtu kemarin sekitar pukul 17.30 WIB. Saat ini tim gabungan terus melakukan upaya pemadaman,” kata Kapolres Inhil AKBP Doni Eka Listianto melalui Kapolsek Tembilahan, IPDA Ripal Indrawata, Ahad (6/9/2026).
DPRD Bengkalis Tuntut Tegas PDAM Tirta Terubuk: Tiga Bulan Atasi Krisis Air
6 April 2026Mayoritas area yang terbakar merupakan lahan semak belukar yang kering akibat dampak kemarau panjang. Petugas memperkirakan areal terdampak telah mencapai beberapa hektar dan berpotensi terus meluas jika tidak segera dilokalisasi.
“Mudah-mudahan bisa dikendalikan. Perkiraan luas lahan yang terbakar lebih kurang 3 hektar,” ungkap Ripal.
Upaya pemadaman di lapangan menghadapi kendala berat akibat tiupan angin kencang di area terbuka yang mempercepat penyebaran api. Selain itu, minimnya sumber air di sekitar lokasi serta jarak tempuh yang mencapai dua kilometer dari jalan utama menyulitkan mobilisasi peralatan berat dan pasokan air.
Danlanud Pastikan Kesiapan Bandara SSK II Sambut Arus Mudik Lebaran
27 Maret 2025Untuk mengatasinya, petugas mengandalkan armada mobil Damkar serta mesin pompa portabel guna membendung pergerakan api. Petugas memprioritaskan penyekatan agar kobaran tidak merembet mendekati pemukiman warga.
“Sanpai sekarang tim gabungan masih di lokasi berjuang melakukan pemadaman. Fokus utama tim di lapangan adalah mengendalikan pergerakan api agar tidak merembes, tidak mengancam kawasan pemukiman warga, serta mencegah perluasan areal terbakar ke wilayah lainnya,” ujarnya.***












