Banner Website
Ragam

Karyawan PTPN IV Regional III Lubuk Dalam Bantah Isu Pemaksaan Kerja di Hari Libur

1902
×

Karyawan PTPN IV Regional III Lubuk Dalam Bantah Isu Pemaksaan Kerja di Hari Libur

Sebarkan artikel ini
Ketua Serikat Pekerja Perkebunnan Kebun Lubuk Dalam Ketler Pardomuan dalam keterangannya di Siak, Senin (5/5/2025).Md

 

Lubuk Dalam, Rakyat45.com – Isu miring soal pemaksaan kerja pada hari libur nasional di Kebun Lubuk Dalam, PTPN IV Regional III, dibantah tegas oleh para karyawan yang tergabung dalam Serikat Pekerja Perkebunan (SPP) setempat. Mereka menyayangkan adanya pemberitaan yang dinilai tidak berdasar dan mencoreng hubungan industrial yang selama ini harmonis.

Ketua SPP Kebun Lubuk Dalam, Ketler Pardomuan, dalam pernyataannya di Siak, Senin (5/5/2025), menegaskan bahwa tidak ada unsur paksaan bagi karyawan untuk bekerja di hari Minggu maupun libur nasional, termasuk saat peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 1 Mei lalu.

“Semua kebijakan operasional sudah melalui diskusi terbuka antara manajemen dan serikat pekerja. Tidak pernah ada pemaksaan, apalagi sanksi bagi yang tidak masuk di hari libur,” tegas Ketler.

Ia menjelaskan bahwa pada momen May Day 2025, perusahaan bahkan menetapkan hari libur bersama dan menghentikan seluruh aktivitas operasional, baik on-farm maupun off-farm. Namun, jika ada karyawan yang memilih tetap bekerja, itu murni atas dasar sukarela dengan kompensasi lembur yang telah disepakati dalam perjanjian bipartit.

“Skema lembur ini ditawarkan bagi yang ingin menambah penghasilan. Tidak ada target kerja, tidak ada intimidasi. Justru kami terbantu karena perusahaan memberikan pilihan yang fleksibel,” ujarnya.

Ketler yang juga menjabat sebagai Mandor Satu dan telah mengabdi selama tiga dekade di perusahaan itu, menyatakan selama 30 tahun dirinya bekerja, tidak pernah melihat atau mengalami perlakuan semena-mena dari pihak manajemen.

“Saya bangga jadi bagian dari PTPN IV Regional III, yang dulunya PTPN V. Banyak masyarakat luar yang justru ingin bergabung dengan kami karena melihat iklim kerjanya yang sehat,” katanya.

Senada dengan Ketler, Kepala Sub Bagian Humas PTPN IV Regional III, Adry Syah Putra, menyampaikan bahwa perusahaan menjunjung tinggi prinsip hubungan industrial yang adil, terbuka, dan sesuai aturan ketenagakerjaan.

“Karyawan adalah aset utama dalam proses transformasi kami. Karena itu, kami terus membuka ruang untuk tumbuh bersama melalui inovasi dan kolaborasi,” tutur Adry.

Ia juga menegaskan bahwa PTPN IV Regional III berkomitmen mendukung program nasional termasuk Asta Cita, dengan menjadikan sumber daya manusia sebagai penggerak utama pembangunan sektor perkebunan yang berkelanjutan di Riau.