Menjelang Lebaran Idulfitri, suasana di rumah produksi berubah semakin sibuk. Permintaan meningkat tajam sehingga jumlah pekerja pun harus ditambah.
“Kalau dekat Lebaran gini permintaan bisa naik hingga 50 persen. Jadi harus tambah tenaga kerja lagi,” ujar Titik kepada Rakyat45.com, Senin 26 Juni 2026.
Bagi perempuan berusia 50 tahun itu, pencapaian hari ini bukanlah hasil yang datang dalam semalam.
Ia masih mengingat masa-masa ketika rengginang buatannya sulit diterima pasar. Banyak toko menolak menitipkan produknya, bahkan tak sedikit rengginang yang tidak laku.
Namun, setiap kali menghadapi kegagalan, Titik selalu teringat pesan orang tuanya yang terus menjadi pegangan hidup.
“Setiap mendapat hambatan atau kendala, saya selalu ingat pesan orang tua agar jangan gampang menyerah. Kegagalan bukan harus kita takuti, tapi proses untuk menjadi kuat. Jangan takut apa pun. Kalau tak laku, anggap saja buang sial,” kenangnya.
Pesan sederhana itu menjelma menjadi kekuatan yang membuatnya terus melangkah.
Perlahan tetapi pasti, usaha yang dahulu dirintis dari dapur rumah berkembang menjadi UMKM yang produknya kini telah menjangkau 10 kabupaten dan kota di Riau. Rengginang dengan varian rasa bawang, gurih manis, ebi, dan terasi mampu menghasilkan omzet antara Rp30 juta hingga Rp40 juta setiap bulan.
Keunggulan rasa menjadi alasan utama pelanggan tetap setia. Menggunakan resep keluarga, rengginang Bunda Reog dikenal memiliki cita rasa gurih yang meresap hingga ke bagian tengah, sekaligus menawarkan pilihan rasa yang beragam.
Meski rengginang bukan makanan khas Riau, peminatnya terus bertambah. Bahkan menurut Titik, banyak konsumennya di Kabupaten Bengkalis berasal dari kalangan masyarakat Tionghoa.
Di balik pertumbuhan usahanya, Titik juga mengakui peran pembiayaan usaha yang diterimanya.
Pada awal 2020, ia memperoleh Kredit Usaha Rakyat KUR BRI sebesar Rp50 juta untuk menambah modal. Seiring berkembangnya usaha, pada Juni 2024 ia kembali memperoleh KUR BRI Unit Bukit Barisan senilai Rp150 juta.
“Mudah-mudahan dengan bantuan KUR dari BRI, usaha kami dapat lebih sukses lagi. Semoga BRI juga membantu lebih banyak lagi UMKM agar bisa berkembang,” katanya.
Dukungan pembiayaan bagi UMKM memang terus diperkuat. Sepanjang 2025, BRI Regional Office Pekanbaru menyalurkan KUR senilai Rp5,26 triliun kepada pelaku UMKM di Provinsi Riau.
Sebanyak Rp3,72 triliun atau 70,72 persen disalurkan ke sektor pertanian, sedangkan sektor perdagangan menerima Rp1,02 triliun atau 19,39 persen dari total penyaluran.












