Banner Website
Ekbis

Bakso Bakar Bang Brewok Inovasi Rasa, Bayar Praktis, Sukses Era Digital

77
×

Bakso Bakar Bang Brewok Inovasi Rasa, Bayar Praktis, Sukses Era Digital

Sebarkan artikel ini
Bakso Bakar Bang Brewok Inovasi Rasa, Bayar Praktis, Sikses Era Digital
Karyawan Bakso Bakar Bang Brewok sedang melayani pembeli. (R45/Marianus)

RAKYAT45.COM – Sore mulai turun di kawasan Stadion Gelanggan Remaja Pekanbaru yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman Nomor 6, Sidomulyo Timur, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru. Aroma bakso yang dibakar di atas bara bercampur dengan wangi bumbu yang mengepul, mengundang siapa saja untuk mendekat. Di sela ramainya antrean pelanggan yang didominasi anak muda, suara notifikasi pembayaran digital sesekali terdengar dari telepon genggam milik Faizal Tanjung Berani Lubis. Bagi pria yang akrab disapa Bang Brewok itu, bunyi notifikasi tersebut bukan sekadar tanda transaksi berhasil, melainkan bukti bahwa keberanian tampil berbeda mampu membuka jalan menuju kesuksesan.

Di tengah menjamurnya usaha bakso bakar di Kota Pekanbaru, Bang Brewok memilih tidak berjalan di jalur yang sama. Ketika kebanyakan pedagang hanya mengandalkan saus kecap sebagai pelengkap, ia menghadirkan kuah kacang khas yang menjadi identitas usahanya.

“Ide ini murni dari saya sendiri. Orang-orang biasanya cuma pakai kecap, nah saya kasih kuah kacang. Alhamdulillah, responnya bagus. Kita harus tampil beda biar orang ingat,” ujarnya saat ditemui di lokasi usahanya belum lama ini.

Usaha yang dirintis sejak awal 2025 itu perlahan berkembang menjadi salah satu UMKM kuliner yang diperhitungkan. Dari sebuah gerai sederhana di kawasan Taman Sari, Bakso Bakar Bang Brewok kini mampu membukukan omzet hingga Rp25 juta setiap bulan.

Namun, inovasi Bang Brewok tidak berhenti pada cita rasa. Ia juga menyadari bahwa kebiasaan konsumen telah berubah. Mayoritas pelanggan yang datang merupakan generasi muda yang lebih nyaman melakukan pembayaran tanpa uang tunai.

Karena itu, ia mulai memanfaatkan layanan QRIS dari bank yang baru digunakannya pada hari itu, setelah sebelumnya juga menggunakan QRIS dari bank lain. Kini, transaksi digital mendominasi aktivitas usahanya dengan lebih dari 100 transaksi non tunai setiap hari.

“Mayoritas pembeli saya anak muda dan Gen Z, mereka lebih suka bayar pakai QRIS. Sangat praktis, apalagi ada notifikasi masuk di WhatsApp. Kalau pakai tunai, kadang kendalanya di uang kembalian, apalagi kalau pelanggan bayar pakai uang besar,” katanya.

Kemudahan pembayaran digital membuat pelayanan menjadi lebih cepat, sementara Bang Brewok bisa memantau setiap transaksi secara langsung. Baginya, teknologi bukan lagi sesuatu yang rumit, melainkan alat sederhana yang membantu usaha kecil terus bertumbuh.

Di balik ramainya pembeli, dapur produksi tak pernah benar-benar sepi. Setiap hari, sekitar 10 ekor ayam diolah menjadi bakso yang harus habis terjual pada hari yang sama. Selain menu andalan bakso bakar, pelanggan juga bisa menikmati Sombay dan Bakso Gila yang menggunakan sambal cabai setan racikan sendiri.

Meski harga cabai sering melonjak, Bang Brewok memilih tetap mempertahankan resep yang telah menjadi ciri khas usahanya.

“Kalau untungnya udah habis, baru kita pikirkan lagi. Selama masih jalan, kita tetap pakai cabai setan,” tegasnya.

Konsistensi itu pula yang mengantarkan usahanya berkembang. Kini, Bakso Bakar Bang Brewok telah hadir di tiga titik penjualan, yakni di Jalan Taman Sari sebagai gerai utama, kawasan Air Dingin dekat kampus, serta Panam di kawasan Riau Garden yang beroperasi saat penyelenggaraan berbagai event. Usaha tersebut juga telah membuka lapangan pekerjaan bagi 10 orang karyawan dari berbagai daerah.

Meski dunia usaha tak selalu berjalan mulus, Bang Brewok memilih tetap melangkah dengan optimistis.

“Omzet harian kita rata-rata Rp300โ€“400 ribu, tapi kalau lagi ada bazar bisa lebih. Kadang naik, kadang turun, itu sudah biasa dalam berdagang. Yang penting tetap konsisten dan inovatif,” tuturnya.

Perjalanan Bang Brewok juga menjadi gambaran bagaimana digitalisasi mulai mengubah wajah pelaku UMKM. Dukungan layanan perbankan digital membuat transaksi menjadi semakin mudah, cepat, dan efisien.

Regional CEO BRI Pekanbaru, Dian Kesuma Wardhana, menjelaskan bahwa BRImo kini menjadi pilar utama transformasi digital BRI. Hingga akhir 2025, aplikasi tersebut telah digunakan sekitar 45,9 juta pengguna di seluruh Indonesia. Sepanjang tahun 2025, BRImo memproses sekitar 5,6 miliar transaksi dengan nilai lebih dari Rp7.000 triliun. Bahkan sekitar 99,1 persen transaksi BRI kini dilakukan melalui kanal digital.

Beragam fitur BRImo dimanfaatkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan transaksi sehari-hari, mulai dari transfer dana, pembayaran menggunakan QRIS, top up e-wallet, pembayaran tagihan listrik, air, internet, BPJS, pembelian pulsa dan paket data, tarik tunai tanpa kartu, hingga pembukaan rekening secara digital.

Menurut Dian, digitalisasi juga memperluas akses layanan keuangan hingga ke daerah terpencil. Melalui BRImo dan jaringan Agen BRILink, masyarakat tidak lagi bergantung pada kantor cabang karena berbagai layanan dapat dilakukan secara mandiri dari mana saja.

Bagi pelaku UMKM seperti Bang Brewok, perubahan ini memberikan manfaat nyata. Pembayaran menjadi lebih praktis, transaksi dapat dipantau secara real time, sekaligus membuka peluang memperoleh akses pembiayaan yang semakin mudah.

Di sisi lain, BRI terus memperkuat keamanan transaksi digital melalui autentikasi berlapis, enkripsi data, pemantauan transaksi secara real time, hingga edukasi kepada masyarakat agar tidak memberikan OTP, PIN, maupun password kepada siapa pun dan selalu waspada terhadap berbagai modus kejahatan siber.

Pertumbuhan penggunaan BRImo pun terus menunjukkan tren positif. Secara nasional, jumlah pengguna meningkat dari 38,61 juta pada 2024 menjadi 45,90 juta pengguna pada 2025 atau tumbuh 18,9 persen. Volume transaksi naik dari 4,34 miliar menjadi 5,60 miliar transaksi atau tumbuh 29 persen, sementara nilai transaksi meningkat dari Rp5.596 triliun menjadi Rp7.057 triliun atau tumbuh 26,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Tren serupa juga mulai terlihat di Riau, seiring meningkatnya adopsi layanan digital oleh masyarakat dan pelaku UMKM. BRI pun terus memperluas edukasi melalui kantor cabang, Agen BRILink, media digital, webinar, hingga pelatihan khusus bagi pelaku usaha mengenai QRIS, pencatatan transaksi elektronik, serta keamanan bertransaksi.

Di balik seporsi bakso bakar yang tersaji hangat, tersimpan kisah tentang keberanian untuk berinovasi dan kemauan mengikuti perubahan zaman. Bang Brewok membuktikan bahwa usaha kecil tidak harus kalah bersaing selama berani menghadirkan sesuatu yang berbeda. Dari kuah kacang yang menjadi ciri khas hingga dering notifikasi QRIS yang terus berbunyi, setiap langkah menjadi pengingat bahwa inovasi dan konsistensi mampu mengubah mimpi sederhana menjadi usaha yang terus tumbuh bersama perkembangan zaman.***

Bakso Bakar Bang Brewok Inovasi Rasa, Bayar Praktis, Sikses Era Digital