Banner Website
Daerah

Sleman Dorong Pertanian Modern sebagai Pilar Ketahanan Pangan Masa Depan

49
×

Sleman Dorong Pertanian Modern sebagai Pilar Ketahanan Pangan Masa Depan

Sebarkan artikel ini
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman, Rofiq Andriyanto, saat memberikan keterangan kepada awak media di area pertanian Kabupaten Sleman. Selasa, (3/3/2026)/R45/Ags.w

Rakyat45.com, Sleman – Di tengah dinamika global yang memengaruhi rantai pasok pangan, Pemerintah Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, menegaskan satu sikap tegas: pertanian harus dipandang sebagai sektor yang modern dan menjanjikan. Melalui penguatan berbasis pertanian dan perikanan lokal, daerah ini berupaya memastikan ketersediaan pangan yang cukup, aman, bergizi, dan terjangkau secara berkelanjutan.

Pernyataan tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman, Rofiq Andriyanto, saat jumpa awak media di kantornya, Selasa, 3 Maret 2026. Dalam pemaparannya, Rofiq menekankan bahwa ketahanan pangan bukan semata soal peningkatan produksi.

“Penguatan ketahanan pangan tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga pada akses pemanfaatan serta stabilitas pasokan,” bebernya.

Ia menegaskan, fondasi ketahanan pangan harus dibangun dari desa. Menurutnya, desa adalah simpul utama ketersediaan dan distribusi pangan yang berkelanjutan.

“Kami mendorong optimalisasi potensi lokal, baik pertanian maupun perikanan, agar kebutuhan pangan masyarakat dapat terpenuhi secara mandiri dan berkelanjutan,” tambah Rofiq.

Strategi yang diterapkan, lanjutnya, meliputi penggunaan benih unggul, penerapan pola tanam yang tepat, pemupukan berimbang, hingga pengendalian hama terpadu. Di sektor perikanan, pengembangan budidaya dilakukan melalui kolam terpal, sistem bioflok, serta pola pertanian terintegrasi seperti mina padi, sebuah pendekatan yang menggabungkan budidaya padi dan ikan dalam satu ekosistem produksi.

Lebih lanjut, Rofiq menjelaskan bahwa penguatan kelembagaan kelompok tani dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) menjadi bagian penting dalam meningkatkan daya saing petani.

“Kelompok tani yang kuat akan meningkatkan daya tawar, mempermudah akses permodalan, serta mempercepat adopsi inovasi. Dengan begitu, produktivitas dan pendapatan petani bisa meningkat,” ujarnya.

Selain penguatan kelembagaan, Pemerintah Kabupaten Sleman juga mendorong percepatan regenerasi petani muda melalui pelatihan teknis, manajemen usaha, literasi keuangan, hingga pemasaran digital. Langkah ini dinilai krusial agar sektor pertanian tidak lagi dipersepsikan sebagai sektor tradisional, melainkan sebagai ruang tumbuh generasi baru yang adaptif terhadap teknologi dan pasar.

Dengan pendekatan menyeluruh dari hulu ke hilir, Sleman menempatkan pertanian dan perikanan bukan sekadar sektor penopang, tetapi sebagai pilar strategis pembangunan daerah yang modern, inklusif, dan berkelanjutan.**