Banner Website
Peristiwa

Fly Over Arengka Kembali Makan Korban, Dishub Pekanbaru Tekankan Evaluasi dan Keselamatan Pengendara

44
×

Fly Over Arengka Kembali Makan Korban, Dishub Pekanbaru Tekankan Evaluasi dan Keselamatan Pengendara

Sebarkan artikel ini
Fly Over Arengka Kembali Makan Korban, Dishub Pekanbaru Tekankan Evaluasi dan Keselamatan Pengendara
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru, Masykur Tarmizi. (R45/Md)

Rakyat45.com, Pekanbaru – Persoalan keselamatan di fly over Pasar Pagi Arengka, Jalan Soekarno Hatta, kembali menjadi perhatian serius. Rentetan kecelakaan yang terjadi sejak beberapa tahun terakhir menegaskan adanya persoalan yang tak bisa lagi dianggap sepele.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru, Masykur Tarmizi, mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat melintas di jalur tersebut, terutama bagi pengendara sepeda motor.

“Kami mengimbau pengendara roda dua untuk tidak melaju dengan kecepatan tinggi dan tetap berhati-hati, terutama di area tikungan,” ujarnya, Rabu (4/3).

Insiden terbaru terjadi pada Jumat (27/2), ketika seorang pengendara motor perempuan meninggal dunia usai terjatuh dari atas fly over dalam kecelakaan tunggal. Peristiwa ini menambah daftar kecelakaan serius yang pernah terjadi di lokasi yang sama.

Sebelumnya, pada Desember 2021, seorang pengendara motor dilaporkan meninggal dunia setelah diduga kehilangan konsentrasi dan menabrak pembatas jalan. Sementara pada April 2025, seorang pengendara pria juga terjatuh akibat hilang kendali, namun berhasil selamat setelah mendapatkan perawatan medis.

Sejak dioperasikan pada 2019 hingga 2026, setidaknya tiga kecelakaan berat tercatat terjadi di atas fly over tersebut. Fakta ini memunculkan sorotan publik terhadap aspek keselamatan, baik dari sisi infrastruktur maupun perilaku pengendara.

Menanggapi hal tersebut, Dishub Kota Pekanbaru memastikan akan melakukan peninjauan ulang terhadap kondisi fasilitas keselamatan di fly over Arengka. Evaluasi akan difokuskan pada kelengkapan rambu, marka jalan, serta penanda tikungan.

“Jika diperlukan, kami akan menambah rambu peringatan maupun penanda khusus agar pengendara lebih waspada,” jelas Masykur.

Menurutnya, desain jalan layang yang memiliki tanjakan dan lengkungan membutuhkan perhatian ekstra dari pengendara. Kecepatan tinggi dan kurangnya konsentrasi disebut menjadi faktor risiko utama.

Rangkaian kejadian ini menjadi pengingat bahwa keselamatan lalu lintas bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga pengguna jalan. Pemerintah diharapkan segera merealisasikan langkah konkret dari hasil evaluasi, sementara masyarakat diminta lebih disiplin dan tidak mengabaikan faktor keselamatan.

Isu kecelakaan di fly over Pasar Pagi Arengka kini menjadi pekerjaan rumah bersama. Tanpa pembenahan dan kesadaran kolektif, potensi kecelakaan serupa dikhawatirkan masih bisa terjadi di masa mendatang.

Taktiknews.com akan terus mengawal perkembangan evaluasi dan kebijakan yang diambil pemerintah terkait keselamatan di titik rawan tersebut.***