Banner Website
Daerah

Wabup Kuansing Dorong Sekolah Rakyat untuk Anak Miskin, Fokus Putuskan Rantai Kemiskinan

26
×

Wabup Kuansing Dorong Sekolah Rakyat untuk Anak Miskin, Fokus Putuskan Rantai Kemiskinan

Sebarkan artikel ini
Wabup Kuansing Dorong Sekolah Rakyat untuk Anak Miskin, Fokus Putuskan Rantai Kemiskinan
Wakil Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) H. Muklisin saat menghadiri kegiatan Safari Ramadhan 1447 H/2026 M di Masjid Taqwa, Desa Pulau Lancang, Kecamatan Benai, Rabu (11/3/2026). R45/Ervina

Rakyat45.com, Benai – Wakil Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) H. Muklisin menegaskan Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu melalui program pembangunan Sekolah Rakyat.

Pernyataan tersebut disampaikan Muklisin saat menghadiri kegiatan Safari Ramadhan 1447 H/2026 M di Masjid Taqwa, Desa Pulau Lancang, Kecamatan Benai, Rabu (11/3/2026).

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati didampingi Sekretaris Daerah Kuansing Zulkarnain, ST, MT bersama Tim Safari Ramadhan. Ia menjelaskan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan langkah konkret pemerintah daerah untuk memberikan kesempatan pendidikan yang lebih luas bagi anak-anak dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.

Wabup Kuansing Dorong Sekolah Rakyat untuk Anak Miskin, Fokus Putuskan Rantai Kemiskinan

Menurutnya, banyak anak dari keluarga miskin yang menghadapi kesulitan untuk melanjutkan pendidikan akibat keterbatasan biaya dan kondisi sosial ekonomi. Karena itu, kehadiran Sekolah Rakyat diharapkan menjadi solusi nyata agar mereka tetap mendapatkan hak pendidikan yang layak.

Muklisin menjelaskan, sekolah tersebut dirancang khusus untuk menampung anak-anak yang berasal dari keluarga dalam kategori desil 1 dan desil 2, yaitu kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah berdasarkan data kesejahteraan sosial nasional.

“Untuk sektor pendidikan, saat ini pemerintah daerah sedang membangun Sekolah Rakyat. Sekolah ini nantinya diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, khususnya mereka yang orang tuanya tidak mampu membiayai pendidikan anak yang masuk kategori desil 1 dan desil 2,” jelas Muklisin.

Ia menambahkan, keluarga yang masuk kategori tersebut umumnya memiliki penghasilan sangat terbatas sehingga kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, termasuk biaya pendidikan. Akibatnya, tidak sedikit anak yang berisiko putus sekolah atau tidak dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

Wabup Kuansing Dorong Sekolah Rakyat untuk Anak Miskin, Fokus Putuskan Rantai Kemiskinan

Melalui program Sekolah Rakyat, Pemkab Kuansing berharap dapat membuka peluang pendidikan yang lebih merata bagi masyarakat miskin sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.

“Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Dengan pendidikan yang lebih baik, generasi muda kita memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya,” ujarnya.

Muklisin juga menegaskan bahwa sektor pendidikan tetap menjadi prioritas pembangunan daerah, meskipun pemerintah daerah saat ini menghadapi keterbatasan kondisi keuangan.

“Kami tetap berupaya maksimal membangun Kuansing, baik di bidang pendidikan, kesehatan maupun pembangunan fisik, walaupun kondisi keuangan daerah saat ini cukup menantang,” tutupnya. (Infotorial)