Banner Website
Peristiwa

Ancaman Karhutla dan El Nino, Kapolda Riau Ingatkan Dampak Ekonomi

63
×

Ancaman Karhutla dan El Nino, Kapolda Riau Ingatkan Dampak Ekonomi

Sebarkan artikel ini
Ancaman Karhutla dan El Nino, Kapolda Riau Ingatkan Dampak Ekonomi
Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan. (R45/Bertuah Pos)

Rakyat45.com, Pekanbaru – Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, mengingatkan ancaman serius kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berpotensi memicu dampak luas terhadap ekonomi dan lingkungan di Riau. Peringatan ini muncul seiring prediksi cuaca ekstrem yang mulai dirasakan sejak April 2026.

Herry menilai kondisi tersebut tidak menguntungkan karena dampaknya dapat menjalar ke berbagai sektor vital, mulai dari ekonomi, pendidikan, hingga kualitas lingkungan hidup masyarakat.

Menurutnya, ancaman karhutla kali ini terjadi di tengah situasi geopolitik global yang tidak stabil. Kondisi tersebut memicu kenaikan nilai mata uang yang berimbas pada meningkatnya biaya energi serta harga kebutuhan pokok.

“Secara geopolitik kita sedang dihadapkan pada situasi sulit. mata uang naik. Energi kebutuhan pokok semuanya akan berdampak naik.

Ini diprediksi akan terjadi. Belum lagi isu elnino super. Ini suklis 30 tahunan dan pernah terjadi di tahun 1997,” katanya dalam dialog bersama wartawan di Kantor Gubernur Riau, Senin (13/4/2026).

Ia menambahkan, kekhawatiran semakin meningkat dengan munculnya prediksi fenomena iklim ekstrem yang disebut “El Nino Godzilla”. Fenomena ini diperkirakan berlangsung cukup lama dan berisiko melumpuhkan aktivitas ekonomi masyarakat, terutama yang bergantung pada sektor perkebunan dan kehutanan.

Herry menyebut tanda-tanda dampak sudah mulai terasa sejak April dan diperkirakan mencapai puncaknya dalam beberapa bulan ke depan.

“El Nino Godzila sudah dimuai pada April, berlanjut Juni dan diperkirakan akan berlangsung hingga Oktober mendatang. Kalau kondisi ekonomi kacau ditambah karhutla, maka akan terjadi ketidakteraturan sosial. Kami memastikan bahwa kami tetap bersama dengan masyarakat untuk menghadapi berbagai persoalan yang mungkin akan terjadi,” tambahnya.

Ia menegaskan, langkah antisipasi menjadi prioritas utama untuk mencegah dampak yang lebih luas. Kepolisian berkomitmen mengawal masyarakat menghadapi tekanan ekonomi dan potensi bencana asap, termasuk menjaga stabilitas pasokan kebutuhan pokok serta mencegah praktik pembakaran lahan.

Upaya ini dinilai krusial guna menekan risiko krisis berlapis yang dapat mengganggu stabilitas sosial di Riau dalam beberapa bulan mendatang.***