Banner Website
Daerah

BPSDM Riau Dorong ASN Manfaatkan Tanaman Perkarangan untuk Perkuat Ekonomi Keluarga

32
×

BPSDM Riau Dorong ASN Manfaatkan Tanaman Perkarangan untuk Perkuat Ekonomi Keluarga

Sebarkan artikel ini
BPSDM Riau Dorong ASN Manfaatkan Tanaman Perkarangan
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Riau, Evarefita, saat membuka Workshop From Home #2 Pemanfaatan Tanaman Perkarangan (Apotek Hidup) dalam Mendukung Ekonomi Keluarga yang disiarkan melalui kanal YouTube BPSDM Riau, Jumat (24/4/26). TN/MCR

Rakyat45.com, Pekanbaru – BPSDM Riau mendorong pemanfaatan tanaman perkarangan keluarga sebagai langkah konkret memperkuat ketahanan kesehatan sekaligus meningkatkan ekonomi rumah tangga di tengah kondisi efisiensi saat ini.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Riau, Evarefita, saat membuka Workshop From Home #2 Pemanfaatan Tanaman Perkarangan (Apotek Hidup) dalam Mendukung Ekonomi Keluarga yang disiarkan melalui kanal YouTube BPSDM Riau, Jumat (24/4/26).

Evarefita menegaskan, BPSDM memiliki peran strategis dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, baik bagi aparatur sipil negara (ASN) maupun masyarakat. Salah satu langkah yang dilakukan yakni menghadirkan pelatihan berbasis potensi lokal melalui program workshop from home.

Menurutnya, pemanfaatan lahan pekarangan dengan menanam tanaman herbal dapat memberi manfaat ganda bagi keluarga. Selain memenuhi kebutuhan kesehatan, hasil tanaman juga bisa diolah menjadi produk bernilai ekonomi.

“Mari manfaatkan perkarangan dengan baik dan lestari apotek hidup menjadi sumber sehat dan ekonomi keluarga mandiri,” katanya.

Ia menjelaskan, sejumlah tanaman herbal seperti jahe, kunyit, lengkuas, serai dan tanaman obat lainnya memiliki peluang pasar yang cukup menjanjikan jika diolah lebih lanjut.

“Tentu saja yang menjadi prioritas bagi kita adalah dengan melakukan kegiatan penanaman tanaman di perkarangan rumah memberikan dampak ketahanan ekonomi yang dapat kita lakukan pada saat efisiensi ini,” ujar dia.

Evarefita menambahkan, pelaksanaan workshop from home juga menjadi bukti bahwa pengembangan kompetensi ASN tetap berjalan secara berkelanjutan meski sistem kerja fleksibel diterapkan.

Menurutnya, kebijakan bekerja dari rumah tidak boleh menjadi hambatan bagi ASN untuk terus meningkatkan kapasitas diri dan kompetensi di bidang masing-masing.

“Selain itu juga, momentum pemanfaatan teknologi sebagai sarana pembelajaran dapat kita optimalkan,” ucap dia.

Ia berharap kegiatan tersebut mampu menciptakan ASN yang tetap produktif, adaptif, serta siap menghadapi perkembangan teknologi, termasuk mendukung transformasi digital di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau.

Selain itu, tema pemanfaatan lahan perkarangan dinilai relevan dengan kondisi saat ini karena dapat menjadi solusi untuk memperkuat kemandirian pangan keluarga.

“Dengan kegiatan ini kami berharap dapat meningkatkan pengetahuan dan juga memperluas kemampuan ASN menterjemahkan secara teknis pada tupoksi nya masing-masing,” tutupnya.***