Rakyat45.com, Bengkalis – Upaya membangun kemandirian dari balik tembok pemasyarakatan kembali menunjukkan hasil konkret. Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bengkalis memanen 181,7 kilogram ikan patin dari kolam budidaya yang dikelola bersama warga binaan, Kamis (30/04/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Lapas, Priyo Tri Laksono, yang meninjau proses panen sekaligus mengapresiasi keterlibatan aktif warga binaan dalam program pembinaan berbasis keterampilan.
Hasil panen tidak hanya menjadi indikator keberhasilan program, tetapi juga langsung terserap pasar melalui skema distribusi terencana. Sebanyak 66,7 kilogram dialokasikan untuk kebutuhan internal melalui vendor Bama Lapas.
Sementara 41 kilogram dipasarkan ke rumah makan dan konsumen perorangan, serta 74 kilogram lainnya disalurkan ke pasar ikan di wilayah Bengkalis.
Skema ini menempatkan program pembinaan tidak sekadar sebagai aktivitas pelatihan, tetapi sebagai kegiatan produktif yang menghasilkan nilai ekonomi nyata.
Pemanfaatan lahan lapas yang sebelumnya terbatas kini berkembang menjadi unit budidaya perikanan yang berkelanjutan. Program ini dirancang untuk membekali warga binaan dengan keterampilan teknis sekaligus menanamkan disiplin dan semangat kewirausahaan.
Kalapas Priyo Tri Laksono menegaskan, pembinaan kemandirian merupakan bagian penting dalam mempersiapkan warga binaan kembali ke masyarakat.
“Program budidaya ikan ini menjadi upaya membentuk warga binaan yang tidak hanya taat aturan, tetapi juga memiliki keterampilan dan kemandirian ekonomi,” ujarnya.
Keberhasilan panen ini diharapkan memperkuat partisipasi warga binaan dalam berbagai program serupa, sekaligus menegaskan peran Lapas Bengkalis sebagai ruang pembinaan yang produktif dan berorientasi masa depan.**












