Rakyat45.com, Pekanbaru โ Pemerintah Kota Pekanbaru mengubah pola penegakan Peraturan Daerah (Perda) dengan mengedepankan pendekatan persuasif. Langkah itu ditandai dengan peluncuran Tim Sapa Motoris Satpol PP Pekanbaru yang akan berpatroli menggunakan sepeda motor untuk menjangkau titik-titik rawan gangguan ketertiban umum.
Tim tersebut diresmikan langsung oleh Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, di Stadion Utama Riau, Naga Sakti, Kecamatan Binawidya, Jumat (17/7/2026). Sebanyak 120 personel motoris diterjunkan untuk melakukan patroli rutin di berbagai wilayah kota.
Berdasarkan pantauan Rakyat45.com, tim motoris ini disiapkan agar respons Satpol PP terhadap gangguan ketertiban lebih cepat, sekaligus membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat.
Agung mengatakan, personel tidak hanya melakukan patroli, tetapi juga menyapa warga serta mengawasi sejumlah lokasi yang selama ini menjadi perhatian pemerintah.
“Mereka bertugas menyapa masyarakat dan berkeliling kota. Mereka menyasar tempat yang menjadi aksi balap liar, tempat yang adanya gelandangan dan pengemis,” kata Agung Nugroho kepada Rakyat45.com, Jumat (17/7/2026).
Selain menindak gangguan ketertiban umum, Tim Sapa Motoris juga akan melakukan pengawasan terhadap aktivitas Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di lokasi yang melanggar aturan daerah.
Menurut Agung, patroli dilakukan secara bergantian selama beberapa jam sehingga pengawasan dapat menjangkau lebih banyak kawasan di Kota Pekanbaru.
“Tentu arahnya untuk penegakan Perda, agar kota lebih tertib, dan penertibannya lebih humanis dengan Tim Sapa Motoris Satpol PP ini,” ujarnya.
Pembentukan tim motoris ini menjadi strategi baru Pemko Pekanbaru dalam meningkatkan efektivitas penegakan Perda. Dengan menggunakan kendaraan roda dua, petugas dinilai lebih mudah menjangkau kawasan permukiman, jalan sempit, hingga titik-titik yang kerap menjadi lokasi balap liar maupun aktivitas yang mengganggu ketertiban umum.
Agung berharap kehadiran Tim Sapa Motoris mampu mengubah citra Satpol PP di tengah masyarakat. Penegakan aturan, kata dia, harus dibarengi pendekatan yang santun sehingga masyarakat lebih menerima keberadaan petugas sebagai mitra dalam menciptakan ketertiban kota.***
Tag: Satpol PP Pekanbaru, Tim Sapa Motoris, Agung Nugroho, Penegakan Perda, Balap Liar












