Rakyat45.com, Bengkalis – Pagi yang bergerak sejak pukul 08.30 WIB di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis menghadirkan denyut produktivitas yang terukur. Melalui rangkaian kegiatan pembinaan kemandirian, jajaran Seksi Bimbingan Kerja (Bimker) mengonsolidasikan upaya penguatan ketahanan pangan sekaligus pemberdayaan ekonomi warga binaan.
Kegiatan ini dirancang sebagai bagian dari implementasi 15 program aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (IMIPAS), dengan menitikberatkan pada pengembangan sektor agribisnis dan industri kreatif.
Dalam praktiknya, warga binaan terlibat langsung dalam panen ikan patin yang telah mencapai usia konsumsi, pemeliharaan kolam lele melalui pemberian pakan rutin, serta perawatan area perkebunan yang menjadi bagian dari ekosistem produksi di lingkungan lapas.
Upaya tersebut tidak berhenti pada tahap produksi. Pendekatan hilirisasi mulai diperkuat untuk memastikan setiap hasil budidaya memiliki nilai tambah ekonomi. Pada saat yang sama, aspek kebersihan lingkungan turut dijaga melalui pembersihan lahan kebun dan area kerja, guna mendukung keberlanjutan aktivitas produktif yang sehat dan terorganisir.
Di sektor peternakan, rutinitas pemeliharaan tetap berjalan konsisten. Pemberian pakan dan penataan area kandang dilakukan secara berkala untuk menjaga kualitas hasil produksi, sekaligus membentuk disiplin kerja yang menjadi fondasi keterampilan praktis warga binaan.
Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Bengkalis, Priyo Tri Laksono, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang dalam membangun kemandirian ekonomi warga binaan. Seluruh proses, kata dia, dijalankan di bawah pengawasan petugas untuk memastikan kesesuaian dengan standar operasional.
“Kami mempercepat pelaksanaan program sesuai arahan Menteri IMIPAS dengan fokus pada pembekalan keterampilan bernilai ekonomis. Warga binaan diharapkan mampu menjadi individu produktif dan berkontribusi terhadap ketahanan pangan,” ujar Kalapas Priyo, Kamis (16/4/2026).
Selain sektor agribisnis, Lapas Bengkalis juga mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui produksi Tenun Lejo dan olahan Gerai Roti Merdu sebagai bagian dari diversifikasi kegiatan ekonomi.
“Kegiatan ini diharapkan berkontribusi pada peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak sekaligus menjadi bekal sosial dan ekonomi bagi warga binaan saat kembali ke masyarakat,” katanya.
Melalui pendekatan terstruktur dan berkelanjutan, Lapas Bengkalis menempatkan pembinaan kemandirian sebagai instrumen utama dalam mendorong produktivitas, sekaligus memperkuat peran pemasyarakatan dalam mendukung pembangunan ekonomi.**












