Banner Website
Ragam

Ambulans Bermasalah, Permintaan Maaf Tak Kunjung Ada: RS Mitra Husada Malah Kirim Survei Kepuasan ke Anak Pasien Meninggal

147
×

Ambulans Bermasalah, Permintaan Maaf Tak Kunjung Ada: RS Mitra Husada Malah Kirim Survei Kepuasan ke Anak Pasien Meninggal

Sebarkan artikel ini
Teks foto: Sejumlah petugas rumah sakit bersama keluarga tampak mengevakuasi jenazah almarhumah Marhamah (70) menggunakan brankar di dalam RSU Mitra Husada Kabupaten Pringsewu. Proses pemindahan jenazah ini berlangsung setelah keluarga sempat menunggu cukup lama ketersediaan ambulans rumah sakit, yang kemudian menuai keluhan terkait pelayanan serta menjadi sorotan publik. Selasa, (30/12/25).(foto/Deni)

Pringsewu, Rakyat45.com – Kritik terhadap pelayanan RSU Mitra Husada Pringsewu kian menguat. Setelah keluarga almarhumah Marhamah (70) menunggu lama ambulans untuk pemulangan jenazah, rumah sakit justru dinilai gagal menunjukkan empati.

Hingga berjam-jam setelah peristiwa itu, tidak ada permintaan maaf maupun klarifikasi resmi yang disampaikan kepada keluarga.

Alih-alih hadir dengan penjelasan dan tanggung jawab, RS Mitra Husada justru mengirimkan pesan survei kepuasan layanan melalui aplikasi WhatsApp.

Pesan tersebut diterima oleh RW, anak almarhumah Marhamah, sekira pukul 18.00 WIB, pada hari yang sama setelah sang ibu dinyatakan meninggal dunia.

Dalam pesan tersebut, rumah sakit mengucapkan terima kasih atas kepercayaan keluarga dan meminta kesediaan untuk mengisi kuesioner kepuasan layanan. Pesan itu juga mencantumkan nama almarhumah secara langsung, sebuah langkah yang oleh keluarga dinilai tidak sensitif terhadap kondisi psikologis mereka yang masih berduka.

Situasi ini menambah daftar kekecewaan keluarga. Pasalnya, sejak keluhan disampaikan pada pagi hari terkait keterlambatan ambulans, keluarga mengaku belum menerima penjelasan apa pun dari manajemen rumah sakit.

“Belum ada penjelasan atau permintaan maaf, tapi justru diminta menilai kepuasan layanan. Ini sangat mengejutkan dan menyakitkan,” ujar RW kepada wartawan. kepada Rakyat45.com, Selasa, 30 Desember 2025.

Pengiriman pesan tersebut membuat keluarga Marhamah mempertanyakan serius sistem dan etika komunikasi RSU Mitra Husada. Mereka mempertanyakan apakah pengiriman survei dilakukan secara otomatis tanpa mempertimbangkan kondisi pasien dan keluarga, atau mencerminkan absennya protokol empati dalam layanan pascakejadian.

Dalam pelayanan kesehatan, penanganan kematian pasien tidak semata urusan administrasi. Ada aspek kemanusiaan dan etika yang seharusnya menjadi prioritas utama. Permintaan penilaian kepuasan di tengah duka, tanpa didahului klarifikasi dan permohonan maaf, dinilai justru memperlihatkan kegagalan manajemen dalam membaca situasi krisis.

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen RSU Mitra Husada Kabupaten Pringsewu belum memberikan keterangan resmi terkait pengiriman pesan survei tersebut maupun sikap institusi atas keluhan keterlambatan ambulans.**