Rakyat45.com, Bengkalis – Hari ketiga kegiatan belajar mengajar yang bertepatan dengan hari ketujuh bulan suci Ramadhan menjadi momentum reflektif bagi keluarga besar MTs YPPI Bengkalis. Nuansa spiritual mengemuka melalui penyelenggaraan kuliah tujuh menit (kultum) yang disampaikan langsung oleh Kepala Madrasah, Jumillia, S.Pd, di hadapan seluruh siswa dan dewan guru.
Pagi dibuka dengan tradisi yang telah lama mengakar di lingkungan madrasah. Shalat Dhuha berjamaah dilaksanakan dengan khusyuk di aula sekolah, Rabu, 25 Febuari 2026, menghadirkan suasana yang hening sekaligus penuh makna. Barisan saf yang tertata rapi mencerminkan kedisiplinan serta kebersamaan yang menjadi ciri khas institusi tersebut.
Usai shalat, lantunan Al-Ma’tsurat menggema serempak. Dzikir yang dibaca bersama menciptakan atmosfer tenang, memperkuat kesiapan batin para siswa dalam menjalani ibadah puasa sekaligus aktivitas akademik.
Rangkaian kegiatan berlanjut dengan tadarus Al-Qur’an di masing-masing kelas. Dengan pendampingan guru, ayat-ayat suci dibaca penuh penghayatan sebagai wujud upaya menumbuhkan kecintaan terhadap kitabullah di bulan yang penuh keberkahan.
Memasuki sesi utama, Jumillia menyampaikan kultum dengan penekanan pada makna Ramadhan sebagai ruang transformasi diri. Ia mengingatkan bahwa bulan suci bukan sekadar rutinitas ibadah tahunan, melainkan kesempatan strategis untuk memperbaiki kualitas iman dan akhlak.
Dalam penjelasannya, Ramadhan dipaparkan sebagai bulan penuh berkah yang terbagi dalam tiga fase utama. Sepuluh hari pertama dikenal sebagai fase rahmat masa ketika kasih sayang Allah SWT terbuka luas bagi setiap hamba-Nya.
“Pada fase awal rahmat ini, Allah membuka pintu-pintu kebaikan dan ampunan selebar-lebarnya. Para siswa dianjurkan memperbanyak shalat sunnah, membaca Al-Qur’an, bersedekah, serta menjaga akhlak agar memperoleh rahmat Allah SWT,” ungkapnya.
Sepuluh hari kedua disebut sebagai fase maghfirat atau ampunan. Pada periode tersebut, umat Islam dianjurkan memperbanyak istighfar dan memohon ampun atas segala dosa yang telah diperbuat. Allah SWT,
Lanjutnya, “Maha Pengampun, dan Maha Penyayang, sehingga Ramadhan menjadi kesempatan terbaik untuk membersihkan diri serta memperbaiki hubungan dengan Allah dan sesama manusia.” terang Jumillia di hadapan seluruh siswa dan dewan guru.
Fase terakhir adalah sepuluh hari ketiga yang dikenal sebagai fase pembebasan dari api neraka. Pada masa ini, kualitas ibadah dianjurkan semakin ditingkatkan, amal shalih diperbanyak, dan doa dipanjatkan dengan kesungguhan agar memperoleh perlindungan dari siksa api neraka.
“Ajakan untuk menjadikan Ramadhan sebagai sarana peningkatan iman dan ketakwaan menjadi benang merah dalam kultum tersebut. Momentum ini,” tegas Jumillia, hendaknya dimanfaatkan secara optimal agar setiap pribadi mampu menjadi lebih baik dari sebelumnya.
Sepanjang kegiatan berlangsung, para siswa tampak menyimak dengan penuh perhatian. Antusiasme mereka mencerminkan keseriusan dalam menangkap pesan-pesan moral yang disampaikan.
Harapan pun disampaikan di akhir tausiyah. Seluruh warga madrasah diinginkan mampu menjalani Ramadhan dengan semangat dan kesadaran yang lebih tinggi, sehingga bulan suci tahun ini membawa perubahan positif dan melahirkan generasi MTs YPPI Bengkalis yang beriman, berilmu, serta berakhlak mulia.**












