Banner Website
Ragam

Usia Senja Bukan Batasan, 150 Lansia Sleman Teguhkan Iman Lewat Pesantren Ramadhan

46
×

Usia Senja Bukan Batasan, 150 Lansia Sleman Teguhkan Iman Lewat Pesantren Ramadhan

Sebarkan artikel ini
Ketua Day Care Lansia ‘Aisyiyah SETAMAN, Hj. Mahsunah, S.E., M.Ek., menyampaikan paparan dalam kegiatan Pesantren Ramadhan Lansia 1447 H di Sleman, diikuti ratusan peserta usia senja dengan penuh khusyuk, Sabtu (28/2/2026)./R45/Ags.w

Rakyat45.com, Sleman – Semangat Ramadhan tak hanya milik generasi muda. Kampus Day Care Lansia ’Aisyiyah “SETAMAN” kawasan Gempol Raya, Condongcatur, menjadi saksi bagaimana ratusan warga lanjut usia menyambut bulan suci dengan tekad memperdalam iman dan memperkuat ketahanan diri.

Pesantren Ramadhan Lansia 1447 Hijriah resmi bergulir sejak 21 Februari hingga 9 Maret 2026, menghadirkan lebih dari 150 santri lansia yang mengikuti rangkaian pembinaan spiritual secara intensif.

Antusiasme masyarakat terlihat dari membludaknya pendaftar. Keterbatasan ruang membuat panitia terpaksa membatasi jumlah peserta, sebuah indikasi kuat bahwa kebutuhan ruang pembinaan spiritual bagi lansia semakin mendesak.

Ketua PRA ’Aisyiyah Perumnas Condongcatur, Hj. Nuryani Najib, menekankan makna usia senja sebagai fase keberlimpahan hikmah. Menurutnya, kebahagiaan sejati lahir ketika seseorang mampu menikmati kebersamaan bersama anak cucu sekaligus meninggalkan warisan nilai bagi generasi penerus. Integritas dan kejujuran menjadi fondasi utama agar orang tua tetap dihormati serta menempatkan diri dalam siklus kehidupan yang sejahtera.

“Ia juga mengingatkan bahwa penurunan kondisi fisik dan mental sering memicu kecemasan maupun depresi. Perhatian terhadap kesehatan jasmani dan rohani menjadi kunci agar lansia tetap produktif, optimis, serta menikmati aktivitas yang bermakna. Pesantren SETAMAN dirancang membentuk pribadi sakinah yang sehat, bertakwa, mandiri, dan bermanfaat bagi lingkungan.” pesan Hj. Nuryani.

Ketua Day Care Lansia, Hj. Mahsunah, S.E., M.Ek., memaparkan perjalanan panjang program tersebut. Sejak kawasan Perumnas Condongcatur dihuni mayoritas keluarga muda akhir dekade 1970-an, dinamika demografis berubah drastis. Tahun 2014 jumlah lansia meningkat signifikan, termasuk jajaran pengurus organisasi.

“Respons pun lahir melalui penyelenggaraan pesantren kilat berkala setiap enam bulan. Keterbatasan fasilitas tak menghalangi pertumbuhan program hingga kini menjadi agenda tahunan yang dinanti.” terangnya. kepada Rakyat45.com, Sabtu, (28/2/2026).

Rangkaian kegiatan mencakup doa dan hafalan, sholat berjamaah, tadarus tematik, muhasabah, dzikir, motivasi keislaman, senam ringan, hingga evaluasi pembelajaran. Setiap sesi dirancang menyentuh dimensi spiritual sekaligus kesehatan fisik.

Materi kelas menghadirkan pembicara lintas disiplin. Prof. Dr. Hj. Inayah Rahmaniyah, M.Ag mengulas peningkatan religiusitas agar lansia meraih kebahagiaan usia senja. Dr. dr. H. Probo Suseno, Sp.Pd.K-Ger., S.E., M.M membahas persoalan medis lansia dan penanganan mandiri. Tema fikih puasa, akidah, telaah hadis, zakat, serta faraid turut memperkaya wawasan keagamaan peserta.

Aspek kesehatan mental dan fisik mendapat perhatian khusus melalui materi pengaruh dzikir terhadap kesehatan jiwa, tips memperkuat imun dan iman, hingga kebijaksanaan mengonsumsi obat. Diskusi mengenai profil lansia cerdas era global serta motivasi Islam mempertegas bahwa usia bukan batas kontribusi.

“Pesantren Ramadhan Lansia SETAMAN bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Program ini menjelma ruang pemberdayaan, tempat para lansia menemukan kembali makna hidup, merawat optimisme, serta meneguhkan spiritualitas. Ramadhan pun hadir bukan hanya sebagai bulan ibadah, melainkan momentum kebangkitan martabat usia senja yang tetap produktif dan bermakna.” tutup Hj. Mahsunah.**