Banner Website
Peristiwa

Kapolda Riau Turun ke Bengkalis, Alarm Karhutla Pesisir Meningkat

120
×

Kapolda Riau Turun ke Bengkalis, Alarm Karhutla Pesisir Meningkat

Sebarkan artikel ini
Kapolda Riau Turun ke Bengkalis, Alarm Karhutla Pesisir Meningkat
Kapolda Riau, Heri Heriawan, turun langsung ke Desa Sekodi, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Jumat (3/4/2026). (R45/Indra)

Rakyat45.com, Bengkalis – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah pesisir Riau kembali menjadi sorotan serius. Kapolda Riau, Heri Heriawan, turun langsung ke Desa Sekodi, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Jumat (3/4/2026) untuk memastikan kesiapan lapangan menghadapi potensi kebakaran yang kian meningkat akibat kondisi lahan kering.

Kunjungan ini menandai langkah cepat aparat dalam merespons situasi cuaca panas yang mulai berdampak pada ekosistem gambut dan vegetasi pesisir. Kapolda tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi juga mengevaluasi langsung kesiapan personel serta sarana penanggulangan karhutla di wilayah rawan.

Didampingi Kapolres Bengkalis, Fahrian Saleh Siregar, Kapolda menyisir sejumlah titik yang menunjukkan indikasi kekeringan ekstrem. Lahan yang mulai retak dan tanaman yang menguning menjadi tanda awal meningkatnya risiko kebakaran di kawasan tersebut.

Sejumlah pejabat lintas sektor ikut dalam peninjauan ini, termasuk Dirpolair Polda Riau Apri Adi, Kepala BPBD Riau Edi Jumhari, serta pakar lingkungan dari IPB Bambang Hero Saharjo. Keterlibatan berbagai pihak ini memperlihatkan bahwa penanganan karhutla membutuhkan kolaborasi menyeluruh.

Hasil pantauan di lapangan menunjukkan bahwa wilayah pesisir Bengkalis berada dalam status waspada. Kondisi tanah yang kering ditambah tiupan angin laut berpotensi mempercepat penyebaran api jika terjadi kebakaran. Situasi ini dinilai menjadi ancaman serius yang harus diantisipasi sejak dini.

Kapolda Riau dalam arahannya menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak bisa dilakukan secara parsial.
“Penanganan karhutla harus dilakukan secara menyeluruh. Tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak. Semua elemen harus bergerak bersama,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa upaya pencegahan harus menjadi prioritas utama dibandingkan penanganan saat kebakaran sudah terjadi. Menurutnya, patroli terpadu, deteksi dini hotspot, serta edukasi masyarakat menjadi kunci utama dalam menekan angka kebakaran.

Selain langkah preventif, Kapolda memastikan bahwa penegakan hukum tetap berjalan tegas. Aparat tidak akan memberikan ruang bagi pelaku pembakaran lahan, baik individu maupun korporasi. Penindakan akan dilakukan tanpa kompromi sebagai bentuk komitmen menjaga lingkungan.

Kapolres Bengkalis menyatakan jajarannya telah meningkatkan intensitas patroli di titik-titik rawan. Selain itu, pendekatan kepada masyarakat terus dilakukan melalui sosialisasi langsung agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Di sisi lain, pandangan ilmiah turut memperkuat urgensi pencegahan. Bambang Hero Saharjo menjelaskan bahwa karhutla membawa dampak luas, mulai dari kerusakan ekosistem hingga gangguan kesehatan akibat asap. Emisi karbon dari kebakaran juga memperparah krisis iklim yang berdampak jangka panjang.

Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat menjadi faktor penting dalam mengatasi persoalan ini. Ia menilai bahwa pencegahan berbasis kesadaran kolektif jauh lebih efektif dibandingkan penanganan setelah bencana terjadi.

Sementara itu, Kepala BPBD Riau memastikan kesiapan peralatan dan sumber daya manusia terus ditingkatkan. Koordinasi lintas instansi juga diperkuat guna memastikan respons cepat saat terjadi kebakaran.

Dari sisi pengawasan, Dirpolair Polda Riau menegaskan bahwa patroli di wilayah pesisir dan perairan terus digencarkan. Aktivitas ilegal yang berpotensi memicu kerusakan lingkungan menjadi perhatian khusus, terutama di daerah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Kunjungan ini juga membuka ruang dialog antara aparat dan masyarakat Desa Sekodi. Warga menyampaikan kekhawatiran mereka terhadap ancaman karhutla yang kerap berulang setiap tahun, terutama saat musim kemarau.

Masyarakat berharap kehadiran pemerintah dan aparat tidak hanya bersifat sementara, tetapi berkelanjutan dengan solusi nyata di lapangan. Mereka juga menilai bahwa keterlibatan langsung Kapolda memberikan motivasi bagi warga untuk ikut menjaga lingkungan.

Langkah turun langsung ke lokasi ini menjadi sinyal kuat bahwa penanganan karhutla di Riau memasuki fase siaga. Dengan kondisi lahan pesisir yang semakin kering, kolaborasi semua pihak menjadi faktor penentu dalam mencegah bencana yang lebih besar.

Polda Riau menegaskan bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas aparat, tetapi tanggung jawab bersama. Upaya terpadu yang dilakukan saat ini diharapkan mampu menekan potensi kebakaran dan melindungi masyarakat dari dampak buruk karhutla di masa mendatang.***