Banner Website
Peristiwa

Karhutla Kepung Rohil dan Bengkalis, Satgas Tambah Personel dan Water Bombing

63
×

Karhutla Kepung Rohil dan Bengkalis, Satgas Tambah Personel dan Water Bombing

Sebarkan artikel ini
Karhutla Kepung Rohil dan Bengkalis, Satgas Tambah Personel dan Water Bombing
Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Kabupaten Rokan Hilir dan Kabupaten Bengkalis masih menjadi perhatian serius Satgas Karhutla Riau. (R45/M)

Rakyat45.com, Pekanbaru – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Kabupaten Rokan Hilir dan Kabupaten Bengkalis masih menjadi perhatian serius Satgas Karhutla Riau. Tim gabungan terus memperkuat operasi pemadaman untuk mengendalikan api yang membakar sejumlah kawasan sejak beberapa hari terakhir.

Di Kabupaten Rokan Hilir, titik kebakaran terberat berada di kawasan Sungai Besar, Kecamatan Pekaitan. Hingga Jumat (5/6/2026) malam, personel Manggala Agni masih berjibaku melakukan penyekatan dan pemadaman guna mencegah api meluas ke area lain.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan operasi pemadaman di lokasi terkendala minimnya sumber air yang tersedia di sekitar area kebakaran.

“Di Sungai Besar Pekaitan, tim Manggala Agni masih berupaya keras melaksanakan penyekatan dan mematikan kepala api. Namun, kendala utama kami di lokasi saat ini adalah minimnya sumber air,” ujar Ferdian Krisnanto kepada Rakyat45.com, Jumat (5/6/2026).

Untuk mempercepat penanganan, Satgas Karhutla menambah kekuatan personel di lokasi. Tim Manggala Agni dari Daops Pekanbaru telah diterjunkan ke Sungai Besar dan dijadwalkan memperkuat operasi pemadaman mulai Sabtu (6/6/2026).

Sementara itu, kondisi kebakaran di kawasan Rantau Bais, Kabupaten Rokan Hilir, dilaporkan mulai terkendali. Tim pemadam saat ini fokus melakukan pendinginan guna memastikan tidak ada bara api yang kembali menyala.

“Kondisi Rantau Bais saat ini masih dilakukan mopping up atau pendinginan sisa kebakaran oleh tim Daops Dumai. Langkah ini sangat penting agar bara api di dalam lapisan tanah benar-benar padam dan tidak menyala kembali saat tertiup angin,” jelas Ferdian.

Di Kabupaten Bengkalis, kebakaran yang terjadi di Tanjung Kapal, Pulau Rupat, justru menunjukkan peningkatan intensitas. Kondisi cuaca yang kering disertai hembusan angin kencang membuat api cepat menjalar dan menyulitkan proses pemadaman.

Mengantisipasi meluasnya kebakaran, Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera menambah personel dari luar Provinsi Riau. Bantuan Manggala Agni dari Jambi dan Muara Tebo telah tiba di lokasi untuk memperkuat operasi lapangan.

“Melihat situasi yang berkembang, sore tadi tim bantuan dari Kota Jambi dan Muara Tebo sudah merapat di lokasi Tanjung Kapal Rupat. Mereka sudah mendirikan posko dan siap beroperasi penuh melakukan penyerangan api secara total besok pagi,” katanya.

Selain personel tambahan, Satgas Karhutla juga mengerahkan satu unit helikopter untuk operasi water bombing dan satu unit alat berat ekskavator guna membuat sekat bakar serta embung darurat sebagai sumber air di lokasi kebakaran.

Operasi penanganan Karhutla di Pulau Rupat melibatkan berbagai unsur, mulai dari BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni hingga tim pemadam perusahaan yang bekerja bersama menahan laju penyebaran api.

“Alat berat ekskavator tersebut terus bergerak membuat sekat bakar serta menggali embung-embung darurat sebagai cadangan air di lokasi. Sinergi antarlini ini diperkuat dengan keterlibatan rekan-rekan dari BPBD, TNI, Polri, serta dukungan tim pemadam perusahaan dari PT SRL dan Priatama yang terus berupaya maksimal di lapangan,” pungkas Ferdian.***