Rakyat45.com, Pekanbaru – Cuaca Riau diprakirakan didominasi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang berpotensi disertai petir dan angin kencang pada Kamis (16/7/2026). Di tengah meluasnya potensi hujan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga mencatat peningkatan jumlah titik panas (hotspot) di Provinsi Riau menjadi 28 titik.
Forecaster on Duty BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Mari Frystine, mengatakan kondisi cuaca pada pagi hari umumnya berkabut hingga cerah berawan.
Memasuki siang hingga sore, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprakirakan mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hilir, Bengkalis, Kota Dumai, Siak, Pelalawan, Kampar, Indragiri Hilir, dan Kepulauan Meranti.
“Pada siang hingga sore hari hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hilir, Kabupaten Bengkalis, Kota Dumai, Kabupaten Siak, Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Kampar, Kabupaten Indragiri Hilir, dan Kabupaten Kepulauan Meranti. Masyarakat juga perlu mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sebagian besar wilayah Riau, terutama pada siang hingga sore serta malam hingga dini hari,” ujar Mari Frystine.
BMKG juga memprakirakan hujan masih akan berlanjut pada malam hari di sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hulu, Kampar, Pelalawan, Kuantan Singingi, Kepulauan Meranti, serta Kota Pekanbaru.
Sementara pada dini hari, hujan diperkirakan meluas ke sebagian besar wilayah Provinsi Riau dengan intensitas ringan hingga sedang.
Suhu udara diprakirakan berkisar antara 23 hingga 33 derajat Celcius, dengan kelembapan udara mencapai 55 hingga 100 persen. Angin bertiup dari arah tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 10 hingga 40 kilometer per jam.
Untuk wilayah perairan Riau, tinggi gelombang diperkirakan berada pada kisaran 0,5 hingga 1,25 meter atau kategori rendah.
“Untuk wilayah perairan, tinggi gelombang laut diprakirakan berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter atau berada pada kategori rendah, sehingga aktivitas pelayaran di perairan Riau relatif aman. Meski demikian, masyarakat tetap diminta memantau perkembangan cuaca sebelum beraktivitas di laut,” jelasnya.
Selain kondisi cuaca, BMKG juga melaporkan adanya peningkatan jumlah titik panas di Pulau Sumatera. Berdasarkan pemantauan hingga pukul 23.00 WIB, tercatat sebanyak 236 hotspot, dengan Sumatera Selatan menjadi provinsi terbanyak yakni 60 titik.
Provinsi Riau menempati urutan kelima dengan 28 hotspot yang tersebar di delapan kabupaten dan kota. Sebarannya meliputi Kabupaten Bengkalis 12 titik, Rokan Hulu tiga titik, Kuantan Singingi tiga titik, Pelalawan tiga titik, Siak tiga titik, Kampar dua titik, Indragiri Hilir satu titik, dan Kota Pekanbaru satu titik.
“Di Provinsi Riau terpantau 28 titik panas yang tersebar di delapan kabupaten dan kota. Masyarakat diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran hutan maupun lahan agar dapat segera ditangani,” kata Mari Frystine.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi prakiraan cuaca terbaru serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang. Di sisi lain, masyarakat juga diminta tetap waspada terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan meski hujan mulai terjadi di sejumlah wilayah.***












