Banner Website
Hukum & Kriminal

Kejar-kejaran di Rohil Berujung Fortuner Terbalik, Polisi Bongkar Jaringan Sabu

24
×

Kejar-kejaran di Rohil Berujung Fortuner Terbalik, Polisi Bongkar Jaringan Sabu

Sebarkan artikel ini
Kejar-kejaran di Rohil Berujung Fortuner Terbalik, Polisi Bongkar Jaringan Sabu
Mobil Toyota Fortuner yang dikendarainya terguling setelah terlibat aksi kejar-kejaran dengan aparat kepolisian yang tengah membongkar jaringan sabu. (R45/MD)

Rakyat45.com, Rokan Hilir – Upaya pelarian seorang terduga pengedar narkotika di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau, berakhir dramatis. Mobil Toyota Fortuner yang dikendarainya terguling setelah terlibat aksi kejar-kejaran dengan aparat kepolisian yang tengah membongkar jaringan sabu di kawasan tersebut.

Peristiwa ini menjadi pintu masuk terbukanya dugaan jaringan peredaran narkoba yang selama ini beroperasi dan meresahkan warga di Kecamatan Bagan Sinembah.

Direktur Reserse Narkoba Polda Riau, Kombes Pol Putu Yudha Prawira, mengungkapkan bahwa pengungkapan kasus bermula dari laporan masyarakat. Warga Kampung Kencana, Dusun Sei Kundur, mencurigai aktivitas transaksi sabu yang kian intens dalam beberapa waktu terakhir.

Tim Opsnal Subdit II Ditresnarkoba Polda Riau yang dipimpin Kompol Bagus Faria kemudian melakukan penyelidikan tertutup. Hasilnya, seorang pria berinisial F (44) berhasil diringkus lebih dahulu.

Dari tangan F, polisi mengamankan puluhan paket sabu siap edar, satu unit Toyota Fortuner BM 805 MR warna abu-abu metalik, satu ponsel, serta uang tunai Rp600 ribu yang diduga berkaitan dengan transaksi.

Dalam pemeriksaan awal, F mengaku memperoleh barang haram tersebut dari pria berinisial HM (35). Keduanya disebut menjalankan pola kerja sama dengan sistem pembagian keuntungan.

F mengklaim, dari setiap satu ons sabu yang berhasil dijual, ia bisa meraup laba hingga Rp14 juta. Nilai tersebut mengindikasikan besarnya keuntungan yang beredar dalam bisnis gelap ini.

Isu utama yang mencuat dalam kasus ini adalah besarnya potensi perputaran uang narkotika di tingkat kabupaten, yang menunjukkan jaringan terorganisir masih aktif dan berani beroperasi terang-terangan.

Saat tim melakukan pengembangan untuk menangkap HM, situasi berubah menegangkan. Mengetahui keberadaan petugas, HM langsung memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi.

Aksi saling kejar pun terjadi di jalan raya hingga akhirnya mobil yang dikendarai HM kehilangan kendali dan terguling. Insiden itu mengakhiri pelarian singkatnya.

HM berhasil diamankan tak lama setelah kecelakaan terjadi. Dalam pengembangan lanjutan, polisi menemukan aliran dana sebesar Rp56.476.000 di rekening bank atas nama pihak lain yang diduga sebagai hasil transaksi sabu.

Kedua tersangka kini ditahan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Hasil tes urine menunjukkan F dan HM positif mengonsumsi methamphetamine.

Pihak kepolisian memastikan penyelidikan masih terus dikembangkan. Aparat tengah memburu sosok berinisial RD yang diduga berperan sebagai pemasok utama dalam jaringan tersebut.

Kepolisian menegaskan komitmennya untuk membongkar seluruh mata rantai distribusi narkotika di Riau, sekaligus mengajak masyarakat terus berperan aktif melaporkan aktivitas mencurigakan di lingkungan masing-masing.***